Investor Penerbit
menu-mobile

CAPEX dan OPEX Adalah: Perbedaan, Cara Hitung, dan Fungsinya

27 July 2022

|

5 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
CapEx dan OpEx Adalah: Perbedaan, Cara Hitung, dan Fungsinya dalam Analisis Investasi

CAPEX dan OPEX adalah dua hal penting dalam anggaran perusahaan. Yuk, ketahui perbedaan CapEx dan OpEx, cara hitungnya, serta fungsi CapEx dalam analisis investasi dalam artikel ini.

Dalam menyusun anggaran perusahaan terdapat dua jenis pengelompokan berdasarkan cara alokasi dana dan pembiayaannya. Anggaran untuk pengeluaran perusahaan ini dikenal dengan istilah CapEx dan OpEx. 

CapEx berasal dari kata capital expenditure dan OpEx berarti operational expenditure. Persamaan dua kata ini adalah memiliki kata expenditure atau pengeluaran. Sama-sama merupakan biaya pengeluaran, tapi dicatat dalam jurnal laporan keuangan yang berbeda. 

Memahami Perbedaan CAPEX dan OPEX?

CapEx adalah pengeluaran perusahaan untuk memeroleh atau meningkatkan jumlah aset tetap yang dimiliki. Contoh biaya CapEx adalah pembelian gedung, mesin, dan kendaraan. OpEx adalah pengeluaran yang bersifat rutin atau berkelanjutan, contoh OpEx yaitu gaji karyawan hingga biaya listrik dan telepon perusahaan.

Apakah Anda sudah lebih memahami apa itu CapEx dan OpEx? Agar dapat memahami lebih baik, berikut LandX CapEx dan OpEx dalam artikel ini.

CAPEX Adalah

Capital expenditure atau CapEx adalah anggaran yang mengacu pada pengeluaran kas modal untuk memeroleh atau meningkatkan aset tetap. Pengeluaran CapEx dilakukan untuk pembelian atau pengadaan aset yang dapat digunakan jangka waktu panjang (minimal lebih 1 tahun). 

Pengeluaran dari anggaran CapEx berwujud aset tetap dan memengaruhi atau meningkatkan nilai aset perusahaan. Sehingga melakukan pengeluaran yang tercatat sebagai CapEx dianggap bahwa perusahaan sedang melakukan investasi. 

Karena aset tetap adalah aset atau properti yang mendukung operasional perusahaan jangka panjang. Maka seiring waktu properti dapat mengalami penurunan nilai sehingga tercipta biaya depresiasi. CapEx dalam laporan keuangan dicatat sebagai aset tetap dan dicatat sebagai biaya depresiasi pada laporan laba rugi perusahaan. 

Terdapat nilai minimum pengeluaran untuk pembelian aset tetap dari anggaran CapEx.. Umumnya minimum pengeluaran CapEx adalah Rp 10 juta namun, ukuran nilainya disesuaikan kembali dengan skala industri perusahaannya. 

Kenapa pengeluaran CapEx dianggap bentuk investasi yang dilakukan perusahaan? apa saja yang termasuk CapEx?

Contoh CapEx adalah pembelian mesin produksi, mobil keperluan distribusi barang, serta membeli gudang baru. Pembelian dan pengadaan barang dari kas CapEx dilakukan agar proses produksi dapat berjalan lancar, sehingga operasional bisnis berjalan dan menjadi pendapatan.

Walaupun setelah membeli sebuah mesin, mobil, atau gudang yang tidak langsung menjadi pendapatan namun, pengadaan aset tetap ini dibutuhkan untuk mengundang keuntungan di masa depan. 

CapEx tidak selalu berbentuk pengadaan barang baru. Contoh CapEx termasuk melakukan renovasi dan proses overhaul. Overhaul adalah kegiatan mengganti komponen-komponen mesin yang bermasalah dengan cara pembongkaran mesin.

Jadi, anggaran CapEx yang dieksekusi mengacu pada kegiatan perusahaan berinvestasi pada masa depan. Setelah lebih paham terkait apa itu biaya CapEx, selanjutnya mari kita bahas apa itu OpEx.

OPEX Adalah

Operational expenditure atau OpEx adalah anggaran yang dibuat untuk pembayaran rutin operasional. Biya OpEx digunakan untuk mendukung aset tetap dapat tetap berjalan. Contoh OpEx adalah pembayaran gaji, oli kendaraan, tagihan listrik dan telepon, serta biaya sewa.

Penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan besaran anggaran OpEx. Dikarenakan pengeluaran OpEx mencerminkan pengeluaran perusahaan dalam menjalankan operasional bisnis secara akurat. OpEx dalam laporan keuangan dicatat sebagai biaya beban (expense) dalam laporan laba rugi. 

Pengeluaran OpEx yang dilakukan untuk pembiayaan kegiatan rutin merupakan suatu hal yang tidak memiliki manfaat jangka panjang, alias habis saat itu juga. Sehingga apabila suatu perusahaan memiliki total biaya OpEx yang terlalu besar dan tidak terkendali maka sebuah perusahaan dapat menuju kesulitan finansial hingga kebangkrutan secara cepat.

Perbedaan CAPEX dan OPEX

Setelah membahas definisi dua biaya ini, mari kita bahas perbedaan CapEx dan OpEx. 

CAPEX dan OPEX

  • Capital expenditures adalah biaya pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan manfaat di masa depan. Bentuk pengeluaran biaya CapEx berupa pembelian aset tetap, mengganti aset tetap. CapEx juga dikenal sebagai capital expense.
  • Operational expenditures adalah biaya pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk membayar hal bersifat rutin atau berkelanjutan. Contoh biaya OpEx adalah gaji karyawan, bayar pajak, biaya tagihan listrik, biaya sewa, dan biaya administratif lainnya. OpEx juga dikenal sebagai operating expense atau revenue expenditures.

Pencatatan CAPEX dan OPEX dalam Laporan Keuangan

  • CapEx dalam laporan keuangan dicatat sebagai biaya penyusutan serta biaya aset tak berwujud yang dapat diamortisasi. Contoh aset tak berwujud yang dapat diamortisasi adalah merek dagang, hak cipta, dan hak paten. 
  • OpEx dalam laporan keuangan dicatat langsung sebagai biaya beban. 

Contoh Biaya CAPEX dan OPEX

  • Contoh biaya CapEx adalah pembelian mesin produksi, pembelian kendaraan, melakukan akuisisi merek.
  • Contoh biaya OpEx adalah biaya maintanance mesin, biaya bensin kendaraan, komisi, biaya promosi, serta biaya sewa jika tidak dilakukan sewa gedung bukan membeli gedung. 

FungsiCAPEX dan OPEX dalam Analisis Bisnis dan Investasi

Pencatatan dua biaya pengeluaran ini dicatat pada laporan laba rugi perusahaan dan mengurangi laba rugi dengan cara yang berbeda. Biaya OpEx secara langsung mengurangi biaya laba dan rugi, sedangkan CapEx yang mengalami biaya penyusutan mengurangi laba yang diakui perusahaan.

Bentuk biaya pengeluaran yang dilakukan adalah pembelian aset tetap. Aset tetap seperti gedung, mesin, hak merek dagang memiliki sifat sulit dilikuidasi. Sedangkan salah satu cara analisis investasi untuk memilih perusahaan yang diinvestasikan adalah tingkat likuiditas. 

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya jangka pendeknya. Jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan sehingga harus membayar segera tagihan jangka pendeknya, sedangkan kebanyakan kas tersimpan dalam bentuk aset tetap yang tidak likuid maka perusahaan akan mengalami kesulitan pembayaran. Hal ini dapat mengarah kepada pailit hingga kebangkrutan.

Oleh karena itu dalam menganalisis perusahaan sebagai investor penting untuk mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan. Perhitungan tingkat likuiditas dapat dilakukan dengan rasio keuangan berupa rasio likuiditas

Data laporan laba rugi yang menampilkan biaya CapEx dan OpEx dapat menjadi awal bagi Anda dalam mengidentifikasi tingkat likuiditas perusahaan. Jadi, perhatikan laporan keuangan sebelum memutuskan berinvestasi, ya.

Apakah Anda tahu..

Investasi saham dapat dilakukan pada perusahaan terbuka dan perusahaan privat. Jika pada perusahaan terbuka dapat secara mudah Anda pilih melalui Bursa Efek, perusahaan privat cenderung memiliki penawaran saham yang terbatas.

Cara berinvestasi saham perusahaan privat dapat dilakukan melalui equity crowdfunding. Equity crowdfunding adalah kegiatan pendanaan suatu perusahaan dari masyarakat secara online.

LandX adalah platform equity crowdfunding dengan market cap terbesar yang telah hadirkan berbagai perusahaan atau bisnis privat untuk diakses masyarakat Indonesia. Berbagai bisnis dari sektor industri berbeda telah berhasil didanai oleh investor melalui platform LandX.

LandX telah berizin dan diawasi OJK serta mengantongi sertifikat ISO 27000 tentang keamanan data. Sehingga berinvestasi pada bisnis privat dapat dilakukan secara aman dan mudah.

Apa Anda tertarik investasi saham bisnis privat?

Akses Saham Perusahaan Privat Melalui Platform Equity Crowdfunding

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga