20 July 2022
|
6 Min Read
|
Growth investing adalah strategi investasi yang berfokus mengambil keuntungan dari pertumbuhan bisnis perusahaan atau capital gain. Kenali lebih lanjut strategi investasi ini agar investasi kamu lebih optimal.
Banyak orang yang ingin menghasilkan cuan dari pasar saham. Tapi hanya beberapa saja yang tahu bagaimana cara berinvestasi yang menghasilkan.
Dalam investasi saham, apapun bentuknya Anda harus lakukan dengan penuh perhitungan. Salah satu perhitungannya adalah menerapkan strategi dalam berinvestasi. Ada banyak strategi yang digunakan dalam berinvestasi. Salah satunya adalah Anda akan mengenal apa itu strategi growth investing.
Saat menerapkan strategi growth investing, seorang investor perlu mempertimbangkan secara matang. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan investasi seorang growth investor.
Dalam penjelasan ini, Anda akan mempelajari tentang apa itu growth investing, apa yang dimaksud dengan growth investor dan bagaimana menjalankan strategi investasi growth investing. Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Growth investing adalah strategi dimana growth investor berfokus pada membeli saham-saham perusahaan di Bursa Efek yang sedang berkembang dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi di masa depan.
Pada pendekatan growth investing, potensi pertumbuhan perusahaan menjadi fokus utama. Potensi perusahaan sekaligus menjadi faktor penentu apakah investor akan berinvestasi pada suatu saham atau tidak. Strategi investasi growth investing tidak mementingkan apakah aset yang dibeli mahal atau murah. Asalkan ada potensi dari perusahaan saham growth untuk bertumbuh, maka baik untuk dibeli.
Umumnya, perusahaan baru menjadi sasaran para growth investor. Perusahaan baru sasaran growth investor ini memiliki kriteria tengah gencar-gencarnya melakukan ekspansi. Banyak inovasi dan strategi yang dilakukan perusahaan yang memiliki potensi saham growth demi mapan secara finansial.
Seorang growth investor menilai potensi perusahaan sebelum melakukan investasi. Karena mereka fokus mencari keuntungan pada capital gain atau kenaikan saham, bukan dari dividen perusahaan.
Dalam strategi growth investing, seorang growth investor akan berinvestasi pada growth stock.
Apa itu saham growth atau growth stock?
Growth stock adalah saham perusahaan yang diantisipasi untuk tumbuh signifikan di atas rata-rata pertumbuhan pasar. Perusahaan dengan growth stock umumnya tidak melakukan pembagian dividen. Ini karena saham emiten yang masuk growth stock menginvestasikan kembali setiap pendapatan yang diperoleh untuk percepatan pertumbuhan dalam jangka pendek.
Saat melakukan growth investing, seorang investor harus melakukan pertimbangan yang matang.
Berikut 5 faktor utama yang bisa menjadi bahan untuk mengevaluasi growth stock:
Jika Anda ingin melakukan growth investing, penting untuk mempertimbangkan histori pertumbuhan pendapatan perusahaan. Idealnya, perusahaan yang bisa Anda pertimbangkan adalah perusahaan yang memiliki pendapatan stabil 5 tahun ke belakang atau lebih lama lagi.
Ukuran pertumbuhannya sendiri berbeda-beda, tergantung pada ukuran perusahaan. Apabila perusahaan memiliki valuasi sebesar 400 juta dolar atau lebih, maka pertumbuhannya minimal 5%. Jika kurang dari 400 juta dolar, maka pertumbuhan yang dimiliki setidaknya sebesar 7%.
Dalam menilai potensi perusahaan, Anda harus menilai profit marginnya. Angka dari profit margin bisa Anda jadikan indikator untuk melakukan penilaian profitabilitas perusahaan. Jika perusahaan memiliki profit margin yang terus mengalami peningkatan, Anda bisa pertimbangkan untuk membeli sahamnya sebagai bentuk strategi investasi growth investing.
Anda bisa melakukan strategi investasi growth investing dengan melihat performa saham beberapa tahun terakhir. Apakah harga saham tersebut mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan? Kandidat saham growth terbaik dari perusahaan yang bisa dijadikan growth investing adalah perusahaan yang harga sahamnya mampu meningkat hingga dua kali lipat selama kurang dari lima tahun.
Aspek strategi investasi growth investing selanjutnya yang harus Anda cermati adalah ROE (Return on Equity). Istilah ini merujuk pada hasil pembagian antara pendapatan bersih dengan shareholder equity. ROE yang terus mengalami peningkatan merupakan indikator manajemen perusahaan yang positif. Sehingga, perusahaan itu sangat potensial untuk Anda pilih sahamnya sebagai growth stock.
Terakhir, aspek yang tak kalah penting dalam menyusun strategi investasi growth investing adalah prospek pendapatan perusahaan di masa depan. Biasanya, perusahaan menyusun laporan pendapatan tiap kuartal atau per tahun. Sebelum pengumuman tersebut, equity analyst biasanya menyusun laporan berkaitan dengan estimasi pendapatan perusahaan. Kamu bisa memanfaatkan informasi ini untuk menilai potensi pertumbuhan perusahaan.
Growth investing adalah investasi yang terbilang berbeda dari value investing. Growth investing lebih fokus pada potensi saham perusahaan di masa depan. Sementara itu, value investing lebih menekankan pada nilai intrinsik saham.
Prinsip mencari keuntungan yang digunakan value investing dan growth investing pada dasarnya sama. Keduanya sama-sama fokus mencari keuntungan pada capital gain. Yang membedakan adalah growth investing tidak memandang apakah harga saham mahal atau murah. Sedangkan value investing cenderung fokus melakukan pembelian saham saat harga murah.
Value investor akan berburu saham yang mereka yakini dinilai rendah oleh pasar, namun memiliki potensi kenaikan.
Sementara itu, seorang growth investor melakukan pembelian saham tanpa memperhitungkan harganya. Mereka akan melakukan transaksi saat saham berada pada harga murah ataupun mahal.
Menerapkan strategi growth investing dalam investasi saham memang menarik bagi banyak investor. Hal ini dikarenakan membeli saham di perusahaan yang sedang bertumbuh terbukti bisa memberikan imbal hasil yang luar biasa, selama perusahaan tersebut berhasil.
Namun sebaliknya jika perusahaan tersebut gagal, maka ini juga dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi investor, sehingga Anda perlu hati-hati dalam memilih growth stock.
Secara umum, berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang sedang bertumbuh adalah kegiatan yang berisiko tinggi. Selain karena rata-rata harga sahamnya dijual lebih tinggi dari nilai perusahaan saat ini, saham-saham growth stock juga biasanya berasal dari perusahaan yang belum teruji.
Melakukan analisa yang lebih mendalam lagi dinilai sangat krusial karena hal ini berkaitan terhadap kinerja dan potensi pertumbuhan perusahaan tersebut. Pastikan Anda melakukan analisa mendalam sebelum memutuskan untuk membeli sahamnya.
Setelah memahami konsep strategi growth investing, berikut tips dalam menjalankannya:
1. Lakukan Riset
Riset adalah hal yang wajib dilakukan sebelum melakukan growth investing.
Hal ini dilakukan untuk menilai potensi kenaikan harga saham. Sehingga Anda harus mengetahui nilai intrinsik saham atau melakukan analisis fundamental.
2. Bersabar dalam Menunggu
Setelah menentukan satu saham yang cocok dan potensial sebagai saham growth, investasikan uang Anda dan bersabar dalam menunggu kenaikan harga saham.
Pada dasarnya, Anda harus menunggu paling tidak satu tahun untuk melihat hasil dari investasi ini.
3. Perhatikan Dominasi Market
Salah satu tips strategi investasi growth investing yang paling sering diikuti adalah mencari perusahaan yang sektornya sedang mendominasi pasar. Misalnya saja sektor yang dipandang sebagai growth stock untuk sekarang ini adalah sektor teknologi.
Sahamnya berkembang pesat karena perusahaan mengeluarkan produk disruptif.
Perusahaan sejenis ini biasanya mempunyai pendapatan yang pesat naiknya, produk yang unik, business model yang bagus serta cepat berkembang.
4. Diversifikasi
Ketika keuntungan Anda semakin meningkat, langkah terakhir dalam strategi growth investing adalah melakukan diversifikasi. Hal ini dilakukan agar meminimalisir potensi kerugian. Caranya adalah dengan berinvestasi di industri yang berbeda, ukuran perusahaan yang bervariatif, atau instrumen yang berbeda.
Anda dapat melakukan diversifikasi investasi melalui platform yang berbeda dari investasi saham. Salah satunya adalah platform equity crowdfunding. Jika di bursa saham Anda berinvestasi pada perusahaan berskala besar dan nasional, di equity crowdfunding Anda berinvestasi pada perusahaan dengan ukuran yang lebih kecil.
Melalui platform equity crowdfunding, Anda dapat menyimpan keuntungan investasi saham Anda pada instrumen lain. Sehingga Anda akan meminimalisir potensi kerugian, dan mendapatkan keuntungan melalui instrumen lain.
Equity crowdfunding adalah skema urun dana dimana siapapun bisa berinvestasi pada bisnis-bisnis pilihan. Salah satu platform equity crowdfunding terbaik yang bisa Anda coba adalah LandX.