21 June 2022
|
6 Min Read
|
Bearish adalah sebuah kondisi tren pergerakan saham yang diam dan cenderung turun. Bullish adalah tren pergerakan harga saham yang sedang naik.
Dalam investasi saham terdapat istilah serta tren yang perlu kita pahami agar dapat membaca peluang dan potensi profit suatu emiten. Ada istilah bearish dan bullish pada pasar saham.
Kondisi bearish dan bullish merupakan kondisi pasar saham yang mengalami naik turun. Hal ini terjadi berdasar pada sentimen positif maupun sentimen negatif yang terjadi dan menyenggol pasar saham berbagai sektor.
Jadi apa itu bearish dan bullish dalam investasi saham dan investasi kripto? Yuk, ketahui lebih lanjut dalam artikel ini.
Arti bearish dalam saham adalah kondisi pasar saham yang sedang tidak aktif bergerak dan cenderung turun. Istilah bearish berasal dari kata bear yang artinya beruang dengan sifatnya cenderung tenang. Artinya menggambarkan pasar yang cenderung tidak bergerak.
Arti bullish dalam saham adalah suatu kondisi pasar saham saat tren sedang naik. Kata bullish berasal dari bull atau banteng yang identik dengan sifat suka marah dan menyeruduk. Maksudnya, bullish menggambarkan kondisi pasar yang sedang on fire.
Gambaran Kondisi Bearish dan Bullish Saham
Dari gambar di atas dapat dilihat perbedaan bentuk grafik dari kondisi bearish dan bullish. Jika bearish berarti kondisi turun setelah terjadi kenaikan harga pada punyaknya, maka warna hijau menunjukkan kondisi bearish.
Warna hijau menunjukkan tren kondisi bullish yang terus naik secara berkala. Kondisi bearish dan bullish dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Situasi dimanfaatkan dengan strategi masing-masing investor sesuai dengan tujuan investasinya.
Jadi apabila terjadi kondisi bearish dan bullish apa yang harus dilakukan? Ada dua tipe investor dengan sikap berbeda dalam menghadapi kondisi ini, berikut kategorinya:
1. Investor Fundamental
Investor fundamental melakukan pembelian saham dengan analisis fundamental. Analisis fundamental adalah metode menilai suatu perusahaan dari laporan keuangan yang menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
2. Investor Analisa Teknikal
Investor kategori lebih dikenal sebagai trader yang melakukan analisa melalui pengamatan pola-pola seperti data pasar, harga saham, dan volume transaksi saham. Analisis ini menggunakan perangkat statistik serta grafik saham.
Intinya semua strategi ini dapat kamu lakukan sesuai kebutuhan dan tujuan investasi kamu. Jika kamu memiliki rencana investasi jangka panjang, kamu bisa mengikuti sikap para investor fundamental dalam menghadapi kondisi bearish dan bullish.
Sebaliknya, jika kamu sedang belajar analisis teknikal saham dan menerapkan strategi investasi jangka pendek pun dapat mencoba mengikuti sikap para trader dengan hati-hati.
Salah satu teknik analisa para trader pada kondisi pasar adalah dengan mengenali pola divergence. Pola divergence memiliki dua bentuk yaitu bearish dan bullish. Bearish divergence dan bullish divergence digunakan untuk melihat peluang ke depan terkait langkah yang bisa digunakan oleh seorang trader.
Diinformasikan investopedia, bearish divergence menandakan potensi tren turun ketika harga mencapai titik puncak tertinggi. Sehingga prediksi tren selanjutnya adalah terjadi penurunan pergerakan harga saham.
Kebalikan dari bearish divergence, pada bullish divergence saat terlihat tren penurunan akan terdapat sinyal yang memberi tanda bahwa akan terjadi tren naik atau reversal.
Terdapat dua jenis bearish dan bullish divergence yaitu regular dan hidden. Berikut jenis-jenisnya:
1. Regular Bullish and Bearish Divergence
Regular divergence adalah sinyal yang menunjukkan bahwa akan terjadi pembalikan tren.
Regular Bullish Divergence
Regular bullish divergence merupakan kondisi ketika harga sedang berada pada posisi rendah dan terlihat sinyal atau indikator yang lebih tinggi. Sehingga menunjukkan akan terjadi pembalikan atau reversal menjadi kondisi bullish.
Sehingga trader akan mengamati pergerakan untuk mencari momentum profit yang tepat.
Regular Bearish Divergence
Regular bearish divergence merupakan kondisi ketika harga sedang berada pada posisi lebih tinggi dan terlihat sinyal atau indikator yang menampakan tren turun. Sehingga menunjukkan akan terjadi pembalikan atau reversal menjadi kondisi bearish .
2. Hidden Bullish and Bearish Divergence
Ringkasnya, hidden divergence adalah simbol yang menunjukkan bahwa tren akan terus berlanjut.
Hidden Bullish Divergence
Hidden bullish divergence merupakan kondisi ketika harga sedang berada pada posisi tinggi dan terlihat sinyal atau indikator pada posisi rendah. Sehingga menunjukkan akan terjadi keberlanjutan harga di posisi tinggi.
Sehingga trader dapat melakukan perdagangan lebih lama.
Hidden Bearish Divergence
Hidden bearish divergence merupakan kondisi ketika harga sedang berada pada posisi rendah dan terlihat sinyal atau indikator pada posisi lebih tinggi. Sehingga menunjukkan akan terjadi keberlanjutan harga di posisi rendah.
Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi saham sehingga terjadi kondisi bullish? Faktor pembentuk kondisi bullish ada 2 yaitu likuiditas dan investor fundamental.
Likuiditas yang dimaksud pada kondisi adalah uang atau kas emiten. Untuk membuat harga saham konsisten naik dibutuhkan likuiditas dan investor fundamental. Investor fundamental adalah investor kelas kakap yang melakukan investasi hingga Rp 50 miliar ke atas.
Ketika investor fundamental memiliki dana untuk membeli saham tersebut, maka tercipta likuiditas di pasar. Semakin banyak yang membeli, maka berlaku demand dan supply di mana demand lebih kuat sehingga menyebabkan harga supply naik.
Pernahkah kamu melihat pergerakan saham suatu emiten yang tiba-tiba naik secara tajam? Hal ini merupakan bentuk kenaikan saham yang tidak sehat, karena sewaktu-waktu akan terjadi penurunan.
Faktor yang mempengaruhi kondisi bearish saham ada likuiditas dan spekulan. Spekulan adalah sekelompok tindakan pelaku pasar yang tak biasa dengan cara mencari keuntungan yang besar dalam memanfaatkan fluktuasi harga yang terjadi pada pasar saham.
Hal ini yang membuat pasar saham menarik, ketika setiap terjadi pergerakan saham maka akan terdapat kesempatan beli di harga lebih rendah. Namun, tentunya kamu harus mengawasi pasar secara rutin, ya.
Berinvestasi pada instrumen investasi apapun tentu memiliki risiko investasi bawaan masing-masing. Termasuk pada saham dan kripto yang cenderung memiliki risiko lebih tinggi karena sering terjadi fluktuasi atau pergerakan saham.
Selain berinvestasi pada instrumen dengan risiko tinggi, kamu juga dapat berinvestasi pada instrumen dengan investasi rendah risiko seperti investasi bisnis. Investasi bisnis melalui sistem equity crowdfunding.
Equity crowdfunding memungkinkan kamu memiliki saham bisnis dengan harga tetap tanpa perubahan. Serta mendapat kesempatan pembagian dividen secara rutin dari operasional laba perusahaan.