Investor Penerbit
menu-mobile

Manajemen Risiko Adalah: Tujuan, Manfaat, dan Tahapan Manajemen Risiko

9 August 2022

|

9 Min Read

|

Author: Della Octavilia
Apa itu tujuan manajemen risiko dan manfaat manajemen risiko

Cara meminimalkan risiko bisnis adalah dengan penerapan manajemen risiko. Manajemen risiko adalah usaha yang dilakukan perusahaan untuk mencegah hingga meminimalisir dampak dari risiko.

Dalam menjalankan perusahaan, menangani risiko adalah hal penting yang harus dilakukan agar perusahaan terhindar dari berbagai kerugian di masa mendatang. Perusahaan akan menggunakan manajemen risiko untuk menangani risiko yang dapat terjadi di perusahaan.

Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan dari suatu perbuatan yang terjadi. Sedangkan manajemen risiko adalah segala usaha yang dilakukan perusahaan untuk mencegah hingga meminimalisir dampak dari risiko di perusahaan.

Manajemen risiko atau risk manajemen adalah usaha yang berkaitan dengan segala bahaya yang harus dikelola perusahaan karena diprediksi dapat membawa kerugian di masa mendatang. Oleh karena itu, bagi Anda yang menjalankan perusahaan, Anda perlu memahami seputar manajemen risiko. Hal ini dilakukan agar Anda tahu apa yang harus dilakukan supaya perusahaan Anda terhindar dari berbagai risiko ke depannya.

Melalui artikel ini kita akan membahas seputar manajemen risiko, mulai dari pengertian manajemen risiko, tujuan manajemen risiko, tahapan manajemen risiko, hingga contoh manajemen risiko.

Jadi simak terus artikel ini!

Manajemen Risiko Adalah

Ketika menjalankan suatu usaha, Anda pasti akan menghadapi berbagai hal yang tidak terduga. Resiko usaha adalah hal yang tidak terduga ini bisa saja membawa risiko kerugian pada perusahaan yang Anda jalankan. Oleh karena itu Anda harus tahu bagaimana mencegah atau meminimalisir berbagai risiko yang bisa membawa kerugian dalam perusahaan Anda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan dari suatu perbuatan atau tindakan. Untuk menangani risiko tersebut hadirlah manajemen risiko sebagai solusi-solusi yang dapat dilakukan perusahaan untuk meminimalisir terjadinya risiko.

Apa itu manajemen risiko? Manajemen risiko adalah segala usaha yang dilakukan perusahaan untuk mencegah hingga meminimalisir dampak dari risiko pada perusahaan.

Adapun beberapa ahli di bidang manajemen menyatakan pendapatnya seputar manajemen risiko. Salah satunya adalah Herman Darmawi seorang ahli dalam manajemen yang menulis buku “Manajemen Risiko”pada tahun 2004. Darmawi mengatakan bahwa manajemen risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisa, serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan manajemen risiko untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Sederhananya manajemen risiko atau risk management adalah usaha yang dilakukan perusahaan dengan cara mengawasi, mengelola, dan mengambil keputusan guna menghindari risiko kerugian perusahaan.

Proses manajemen risiko berkaitan dengan segala bahasa dan risiko yang harus dikelola oleh perusahaan karena berpeluang memberi kerugian di masa mendatang. Manajemen risiko perlu diterapkan oleh setiap perusahaan agar dapat mencegah dan meminimalisir potensi-potensi kerugian di perusahaan.

Tujuan Manajemen Risiko

Setelah membahas pengertian manajemen risiko, selanjutnya kita akan membahas tujuan manajemen risiko yang dilakukan oleh tiap perusahaan. Berikut ini tujuan manajemen risiko strategis adalah antara lain:

1. Mencari Sumber-sumber Risiko

Tujuan pertama dari proses manajemen risiko adalah mencari sumber-sumber yang berpotensi memberi ancaman bagi kegiatan perusahaan. Untuk menemukan sumber risiko ini dapat dilakukan dengan menganalisis dan riset di setiap aktivitas perusahaan, mulai dari awal proses produksi hingga proses akhir pengelolaan aset.

2. Memberikan Informasi Risiko pada Perusahaan

Setelah menemukan sumber risiko yang telah dicari, kemudian yang harus dilakukan adalah memberi informasi sumber risiko yang ditemukan di perusahaan pada manajer risiko.

Kemudian manajer risiko akan menganalisis kembali sumber risiko dan menyusun hasil analisis tersebut berdasarkan data dari proses mitigasi.

3. Meminimalisir Kerugian Akibat Terjadinya Risiko

Setelah sumber risiko dianalisis dan disusun oleh manajer risiko, perusahaan akan melakukan segala upaya agar risiko tersebut dapat dihindari dan tidak mengancam keberlangsungan usaha.

Cara meminimalkan risiko bisnis adalah manajer risiko akan membantu pihak-pihak yang terlibat untuk menemukan solusi untuk menangani risiko yang dapat terjadi. Solusi tersebut seperti meminimalisir, melenyapkan potensi, hingga mentransfer risiko tersebut ke pihak lain.

4. Menjamin Rasa Aman bagi Stakeholder

Berikutnya tujuan manajemen risiko adalah menjamin rasa aman bagi para stakeholder agar mereka tetap percaya dengan integrasi bisnis. Stakeholder di sini mencangkup para investor, pekerja, supplier, dan pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan di perusahaan.

5. Mempertahankan Kestabilan dan Pertumbuhan Perusahaan

Terakhir dari tujuan manajemen risiko adalah mempertahankan kestabilan perusahaan agar terus berkembang sesuai targetnya. Melalui manajemen risiko perusahaan dapat menangani lebih cepat terhadap sumber-sumber yang memberi ancaman pada pertumbuhan perusahaan.

Manfaat Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko yang dilakukan perusahaan berperan untuk melindungi usaha dari berbagai sumber yang menjadi ancaman. Adapun beberapa manfaat proses manajemen risiko usaha adalah sebagai berikut:

1. Membantu Tingkatkan Keuntungan Perusahaan

Dari hasil analisis terhadap sumber-sumber risiko, perusahaan dapat mengetahui pengelolaan sumber daya mana yang belum efisien lalu kemudian akan memperbaikinya. Nah, dari sinilah manfaat manajemen risiko dapat meningkatkan profit dari perusahaan melalui analisisnya.

2. Mencegah Perusahaan Kolaps

Kedua dari manfaat manajemen risiko adalah mencegah bisnis kolaps. Melalui proses manajemen risiko yang dilakukan perusahaan dianggap menjadi solusi terampuh untuk menghindari kebangkrutan yang sangat ditakuti oleh banyak perusahaan.

3. Mewujudkan Visi Misi Perusahaan

Dengan proses manajemen risiko dinilai dapat mewujudkan visi misi serta tujuan dari perusahaan. Karena manajemen risiko akan mencegah dan meminimalisir terjadinya risiko yang akan mengancam kondisi perusahaan.

4. Menjaga Kepercayaan Stakeholder

Manfaat terakhir dari proses manajemen risiko adalah menjaga kepercayaan stakeholder sehingga perusahaan yang Anda jalankan terus terjaga dan malah nantinya akan mendatangkan lebih banyak lagi stakeholder yang ingin kerjasama.

Jenis-jenis Risiko

Dalam manajemen risiko juga terdapat jenis-jenis risiko yang paling umum dihadapi oleh perusahaan.

Berikut ini jenis-jenis risiko atau contoh risiko bisnis yang dapat diantisipasi dalam manajemen risiko, yaitu:

1. Risiko Bisnis

Risiko bisnis adalah risiko yang berkaitan langsung dengan aktivitas operasional bisnis. Contoh manajemen risiko bisnis adalah dengan pengawasan proses capital budgeting, penerapan K3, pelatihan SDM, dan sebagainya.

2. Risiko Persaingan

Risiko persaingan muncul akibat sengitnya kompetisi dalam industri menjalankan usaha. Cara untuk menghindari risiko persaingan dengan menerapkan manajemen risiko adalah dengan memiliki tim advokasi bisnis dan menyiapkan strategi antisipasi gerakan dari kompetitor.

3. Risiko Politik

Risiko politik yang dapat terjadi pada perusahaan yaitu berasal dari ancaman-ancaman akibat dari kondisi politik dan kebijakan suatu negara.  Contoh dari risiko politik dalam manajemen risiko adalah konflik perebutan kekuasaan, anomali kebijakan, dan sebagainya.

4. Risiko Geografis

Risiko geografis yang dapat terjadi pada perusahaan adalah akibat dari lokasi atau tempat dari perusahaan berdiri. Contohnya lokasi perusahaan rawan gempa, tsunami, longsor, dan berbagai jenis bencana lainnya.

Perusahaan dapat melakukan pencegahan terhadap risiko geografis dengan adanya asuransi aset, simulasi, dan mitigasi bencana.

5. Risiko Ketidakpastian Ekonomi

Terakhir jenis risiko adalah risiko ketidakpastian ekonomi. Risiko ini terjadi karena adanya ketidakpastian ekonomi nasional. Contohnya negara sedang terjadi inflasi. Ketidakstabilan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing, bubble economy, dan masalah ekonomi lainnya.

Tahapan Manajemen Risiko

Dalam penerapan manajemen risiko terdapat tahapan-tahapannya agar manajemen risiko dapat dilakukan dengan baik. Berikut ini beberapa tahapan manajemen risiko di antaranya adalah:

1. Penetapan Konteks

Tahapan manajemen risiko yang pertama adalah penetapan konteks. Tahapan ini berhubungan dengan permasalahan yang terjadi di perusahaan, seperti eksternal, internal lingkungan perusahaan, dan kriteria risiko lainnya.

2. Penilaian Risko

Tahapan manajemen risiko selanjutnya ada penilaian risiko yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko yang dapat mempengaruhi perusahaan. Cara melakukan tahapan penilaian risiko ini adalah dengan membuat daftar berdasarkan pengukuran tingkat risiko.

3. Penanganan Risiko

Penerapan manajemen risiko di tahap terakhir adalah melakukan penanganan risiko. Setelah melakukan penilaian terhadap risiko yang dapat terjadi di perusahaan, kemudian perusahaan akan melakukan penanganan risiko untuk mengurangi dampaknya yang akan terjadi di masa mendatang.

Selain tiga tahapan manajemen risiko di atas terdapat tahapan pendukung lainnya, seperti komunikasi, konsultan, monitoring, dan review. 

Tahapan komunikasi dan konsultasi dilakukan untuk mendukung pelaksanaan manajemen risiko hingga mencapai sasaran yang tepat.

Sedangkan untuk tahapan monitoring dan review adalah untuk mengevaluasi dan pemeriksaan jalannya manajemen risiko pada perusahaan.

Contoh Manajemen Risiko

Setelah membahas seputar manajemen risiko, terakhir kita akan membahas contoh manajemen risiko. Terdapat dua contoh manajemen risiko yang kerap terjadi di perusahaan, yaitu:

1. Risiko Murni (Pure Risk)

Pertama dari contoh manajemen risiko adalah risiko murni. Risiko murni adalah adanya ketidakpastian yang terjadi akibat dari suatu kerugian. Hanya terdapat satu peluang kerugian tetapi tidak ada peluang keuntungan.

Risiko murni kalau terjadi bisa menimbulkan kerugian. Namun jika risiko murni tidak terjadi, maka perusahaan tidak menimbulkan kerugian tetapi tidak juga membawa keuntungan bagi perusahaan. Risiko murni terjadi karena rugi atau break event. Contoh risiko murni adalah kecelakaan, kebakaran, dan pencurian.

2. Risiko Spekulasi (Speculative Risk)

Berbeda dengan risiko murni yang hanya memiliki satu peluang kerugian namun tidak pada keuntungan. Pada risiko spekulasi berdampak pada dua kemungkinan, yaitu peluang mengalami kerugian dan peluang mengalami keuntungan. Contoh dari risiko spekulasi adalah investasi saham, mengikuti undian, dan yang lainnya.

Pentingnya Manajemen Risiko dalam Investasi

Ternyata manajemen risiko memiliki peranan penting dalam investasi lho! Pada investasi, manajemen risiko adalah mengenal setiap risiko yang terkandung dalam setiap aset investasi dan bagaimana cara mengontrol dan mengantisipasinya dengan baik.

Tujuan manajemen risiko pada investasi sendiri untuk mengenali mana risiko yang dapat dikendalikan dan mana risiko yang tidak dapat dilakukan.Diterapkannya manajemen risiko nantinya agar investor mendapatkan return yang lebih besar dengan meminimalkan berbagai risiko dalam investasi.

Sebelum Anda memulai sebuah investasi lebih baik Anda melakukan manajemen risiko terlebih dahulu. Terdapat empat langkah manajemen risiko dalam investasi yang diantaranya yaitu:

  • Mengidentifikasi berbagai risiko dalam aset investasi
  • Mencari tahu cara alternatif untuk mengendalikan berbagai risiko dalam aset investasi tersebut
  • Menyusun rencana untuk mengontrol berbagai risiko dalam aset investasi
  • Menerapkan rencana yang telah dibuat untuk mengontrol berbagai risiko selama melakukan investasi.

Jadi penting banget ya untuk Anda yang ingin memulai investasi melakukan manajemen risiko terlebih dahulu. Agar investasi yang Anda lakukan memberikan hasil yang lebih baik.

Menjadi Bos Saham Melalui Pendanaan Bersama LandX

Kita telah selesai membahas seputar manajemen risiko. Kalau kita mengingat kembali, manajemen risiko itu perlu dan penting untuk dilakukan tiap perusahaan agar terhindar dari segala risiko yang dapat terjadi kedepannya. 

Memang saat menjalankan perusahaan pasti banyak sekali risiko yang akan dihadapi. Oleh karena itulah adanya manajemen risiko yang dapat membantu tiap perusahaan. Maka wajib bagi pemilik perusahaan mengetahui mengenai manajemen risiko dan cara menerapkannya.

Kita juga tadi sudah membahas pentingnya manajemen risiko dalam berinvestasi. Dimana Anda yang ingin memulai investasi terlebih dahulu melakukan manajemen risiko, agar investasi yang sedang Anda jalankan terhindar dari berbagai risiko dalam aset investasi.

Nah, Anda bisa loh jadi salah satu pemilik bisnis dengan memanfaatkan manajemen risikonya.  Di sini Anda akan melakukan pendanaan terhadap bisnis-bisnis yang memiliki prospek bagus. 

Sebelumnya Anda bisa mengecek terlebih dahulu bisnis yang akan didanai, bagaimana mereka menangani risiko dengan manajemen risiko agar Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sesuai.

Anda bisa melakukan pendanaan bisnis melalui LandX. Dengan LandX  Anda bisa melakukan pendanaan terhadap bisnis dengan modal kecil mulai dari Rp1 jutaan saja lho! 

LandX adalah platform equity crowdfunding terpercaya dan telah memiliki cap market terbesar se Indonesia. Untuk izin? LandX juga telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi tunggu apalagi? Danai bisnis Favoritmu dan Jadi Bos Saham di LandX Sekarang Juga!

Bagaimana? Kamu lebih suka bisnis dengan buyback guarantee atau yang bisa disimpan dalam jangka panjang? Apapun pilihan kamu.. Yuk Patungan  dengan Keuntungan Menjanjikan Bareng LandX

Baca Juga