Investor Penerbit
menu-mobile

Fluktuasi Adalah: Penyebab, Ciri dan Cara Menghadapi Fluktuasi

8 July 2022

|

6 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Ciri dan Solusi Fluktuasi Ekonomi

Fluktuasi adalah ketidakstabilan yang menyebabkan kinerja keuangan terguncang. Umumnya, fluktuasi ekonomi menyebabkan naik-turun nilai atau harga atas suatu komoditas.

Apa itu fluktuasi ekonomi? fluktuasi adalah kondisi ketidakstabilan atau ketidakseimbangan nilai. Secara ekonomi, fenomena seperti fluktuasi harga BBM, nilai saham, atau suku bunga kredit adalah contoh dari fluktuasi ekonomi.

Untuk memahami apa itu fluktuasi ekonomi, ciri-ciri fluktuasi ekonomi, faktor penyebab, dan pengaruhnya pada investasi, baca terus artikel ini ya!

Apa Itu Fluktuasi Ekonomi?

Fluktuasi adalah Kelabilan atau guncangan yang menyebabkan kinerja keuangan tidak stabil seringkali adalah yang dimaksud dengan apa itu fluktuasi ekonomi. Umumnya, keterkaitan erat fluktuasi adalah harga atau nilai suatu komoditas. 

Contoh kondisi fluktuasi adalah ketidakstabilan harga emas, naik-turunnya nilai tukar valuta asing, dan fluktuasi nilai saham.

Ciri-ciri Fluktuasi Ekonomi

Dari segi ekonomi, hadirnya fluktuasi akan menyebabkan variabel nilai komoditas naik-turun akibat terdampaknya mekanisme pasar. Misalnya, kondisi inflasi dan deflasi, atau tidak stabilnya nilai kurs mata uang. 

Faktor Penyebab Fluktuasi Ekonomi

Terdapat beberapa faktor yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi yang fluktuatif. Namun, umumnya kebijakan fiskal pemerintah sebuah negara jadi faktor yang memengaruhi fluktuasi ekonomi. Penjelasan mengenai faktor penyebab fluktuasi adalah sebagai berikut.

1. Kebijakan Pemerintah

Dalam jalannya perekonomian negara, fluktuasi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Utamanya, sebuah pemerintahan negara memiliki peran yang sangat besar dalam berkontribusi pada terjadinya fluktuasi ekonomi.

Penyebab fluktuasi adalah kebijakan seperti kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan keuangan internasional, dan kebijakan perdagangan internasional. Misalnya, kebijakan fiskal adalah keputusan pemerintah untuk pengalokasian APBN bagi sektor yang dirasa perlu diprioritaskan seperti kesehatan, relaksasi pajak, tax amnesty, dan sebagainya.

Selain itu, penyebab fluktuasi ekonomi adalah kebijakan moneter yang bertujuan untuk mengontrol peredaran uang di pasar. Contohnya adalah peningkatan atau penurunan suku bunga, serta menaik-turunkan persyaratan minimal cadangan untuk bank, dan penjualan Surat Berharga Negara (SBN).

2. Perdagangan Internasional

Fluktuasi adalah kondisi yang tidak dapat dihindari ketika dihubungkan dengan pasar internasional, apalagi Indonesia merupakan negara yang aktif dalam melakukan kegiatan ekonomi ekspor dan impor. 

Contohnya, jika di Indonesia Barang A permintaannya di pasar tinggi dan membutuhkan bahan baku yang berasal dari Jepang. Lalu, di Jepang karena kebijakan pemerintah, stok bahan baku dikurangi sehingga harganya terbilang tinggi. 

Maka, Indonesia akan berpartisipasi dalam kegiatan impor yang pasti berpengaruh pada nilai kurs rupiah dengan yen. Dari ilustrasi ini, contoh fluktuasi adalah berubahnya nilai valuta asing negara yang mengimpor produk dan negara yang melakukan ekspor produk. 

3. Permintaan dan Penawaran

Dalam kondisi adanya penawaran dan permintaan atas barang, maka pasar akan menentukan harga bagi produsen maupun konsumen, serta kuantitas barang yang akan beredar di pasar. Produsen menetapkan harga atau penawaran dengan mempertimbangkan keuntungan yang akan didapat.

Sementara itu, konsumen akan melakukan pembelian atau permintaan barang berdasarkan pertimbangan utilitas. Tentunya fluktuasi barang akan dipengaruhi dengan supply-demand, di mana inilah yang berkontribusi pada fluktuasi ekonomi.

Misalnya, saat penawaran Barang A sedikit namun permintaan melebihi batas ketersediaan barang, maka harga Barang A akan naik secara signifikan. Namun, ketika ketersediaan Barang A banyak dan permintaan sedikit, maka harga akan turun dengan sendirinya.

4. Perubahan Struktural Ekonomi Negara

Setiap kegiatan ekonomi masyarakat setiap negara pasti memiliki sektor yang mendominasi jalannya roda perekonomian. Misalnya, sektor primer (pertanian, peternakan, dan kehutanan), sektor sekunder (produksi industri dan konstruksi), serta sektor tersier (perdagangan, perbankan, dan niaga). 

Jika terdapat perubahan yang disebabkan oleh faktor kebijakan pemerintah, perubahan kondisi sosio-politik dan kultural dunia, atau faktor lainnya yang mengancam sektor utama ini, maka kegiatan ekonomi masyarakat pasti akan terdampak. 

Faktor ini dalam fluktuasi adalah penyebab dari kondisi yang tidak stabil seperti inflasi atau deflasi yang tentunya bisa memengaruhi kondisi kestabilan komoditas di pasar.

5. Ekspektasi dan Spekulasi

Selanjutnya, faktor penyebab fluktuasi adalah ekspektasi dan spekulasi. Ekspektasi merupakan harapan untuk masa depan yang akan coba diwujudkan melalui tindakan spekulatif saat ini. 

Misalnya Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pembukaan besar-besaran kunjungan pariwisata di Bali tanpa harus karantina dengan harapan mendongkrak turis untuk menambah devisa negara yang terkena dampak besar COVID-19.

Namun, ketika kebijakan tersebut dijalankan, ternyata memberi bumerang bagi peningkatan kasus COVID-19 di Bali. Hal ini menyebabkan fasilitas kesehatan di sana kewalahan dan akhirnya secara domino berpengaruh pada kestabilan kegiatan ekonomi di Bali dan negara Indonesia secara keseluruhan.

Dalam kasus ini, penyebab fluktuasi adalah realita yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan sehingga akhirnya menghadirkan ketidakstabilan ekonomi.

Jenis-jenis Fluktuasi Ekonomi

1. Fluktuasi Ekonomi Jangka Pendek

Contoh fluktuasi ekonomi jangka pendek adalah naik turunnya mata uang valuta asing terutama yang dijadikan alat tukar dalam transaksi perdagangan internasional seperti US Dollar. Setiap hari, nilai mata uang dolar terhadap rupiah pasti mengalami peningkatan atau penurunan. 

Jika nilai dolar naik, maka nilai mata uang rupiah akan melemah yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga barang. Begitu pun sebaliknya, jika dolar nilainya menurun, maka rupiah akan menguat.

2. Fluktuasi Ekonomi Jangka Panjang

Sementara itu, contoh fluktuasi ekonomi jangka panjang adalah terjadinya hal masif yang tidak terduga, seperti Pandemi COVID-19. Hadirnya pandemi membuat pemerintah hampir seluruh negara mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru yang diterapkan untuk menghindari kerugian dari penyebaran virus ini. 

Banyak kondisi yang diciptakan dari kebijakan-kebijakan tersebut. Misalnya yang jelas terlihat pada awal pandemi adalah ditutupnya bursa pencarian kerja karena kebijakan lockdown, naiknya tingkat pengangguran, lesunya daya beli masyarakat, turunnya nilai transaksi impor-ekspor, dan banyak lagi.

Cara Mengatasi Fluktuasi Ekonomi

Utamanya, cara mengatasi fluktuasi adalah adanya campur tangan pemerintah dalam mengontrol kondisi ekonomi negara. Namun beberapa upaya pemerintah dalam menghadapi fluktuasi adalah sebagai berikut.

1. Kebijakan Makro

Kebijakan makro ekonomi pada dasarnya adalah rencana dan tindakan dari pemerintah untuk memberikan pengaruh pada seluruh komponen dalam perekonomian sebuah negara. Karena itu, kebijakan ini perlu dilakukan dengan tepat agar pertumbuhan ekonomi di negara. Sehingga dapat menghindari kondisi fluktuasi yang bisa berdampak pada kondisi ekonomi yang ekstrem, seperti inflasi dan deflasi.

2. Menjaga Kestabilan Nilai Mata Uang

Upaya dalam menghindari fluktuasi adalah fokus memertahankan nilai mata uang negara. Misalnya saja dengan membeli berbagai produk dari dalam negeri. Selain itu menukarkan Dollar dengan Rupiah juga dapat turut mempertahankan nilai mata uang yang ada di negara ini. Tidak hanya itu saja tetapi ada beberapa hal lagi yang sekiranya dapat dilakukan untuk mengatasi fluktuasi.

Langkah Investor dalam Menghadapi Fluktuasi Ekonomi

Setelah mengetahui ciri dan solusi fluktuasi ekonomi, Anda perlu memahami bahwa fluktuasi adalah kondisi yang bisa berdampak pada kestabilan perekonomian skala individu (mikro) jika tidak disikapi dengan baik.

Dalam menghadapi fluktuasi, investasi adalah salah satu langkah preventif yang bisa dipilih oleh Anda. Lewat investasi, Anda bisa melindungi nilai uang dari penurunan daya beli. Misalnya, jika fluktuasi ekonomi disebabkan oleh laju inflasi yang tidak terkontrol, uang yang diinvestasikan ke dalam aset yang tepat bisa menjadi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi. 

Jika Anda mengalokasikan dana untuk berinvestasi, dana tersebut bisa berpotensi untuk meningkat terus nominalnya. Peningkatan nilai aset investasi ini artinya peningkatan passive income, yang bisa Anda gunakan untuk menabung dana darurat, menyiapkan dana hari tua, atau kebutuhan lainnya.

Hindari Risiko Fluktuasi Ekonomi, Yuk Investasi dengan Modal 1 Jutaan di LandX Sekarang Juga!

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Baca Juga