Investor Penerbit
menu-mobile

Definisi, Fungsi, dan Faktor yang Mempengaruhi Naik Turun Nilai Uang

6 December 2022

|

6 Min Read

|

Author: Alula
fungsi nilai uang

Kemampuan dari nilai uang dapat dibedakan menjadi tiga golongan berupa nilai nominal, nilai intrinsik, dan nilai riil. Lihat pembahasan nilai uang lebih lanjut berikut ini.

Uang merupakan alat tukar resmi dalam yang dapat diterima oleh semua pihak dalam proses transaksi. proses transaksi yang dilakukan meliputi penukaran uang dengan barang maupun jasa sesuai dengan pelaku transaksi butuhkan. Alat tukar yang digunakan untuk transaksi tentu harus memiliki standar satuan moneter.

Nilai uang menjadi fokus utama dalam perekonomian nasional. Hal tersebut karena tinggi rendahnya nilai uang yang ada akan berpengaruh pada kegiatan ekonomi masyarakat. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan nilai uang salah satunya jumlah uang yang beredar. Kenapa jumlah uang yang beredar dapat mempengaruhi nilai mata uang?

Untuk mengetahui penjelasan kenapa hal tersebut dapat terjadi, yuk simak artikel berikut!

Nilai Uang

Nilai uang adalah sebuah kemampuan dari alat tukar berupa uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang atau jasa. Menurut ahli moneter D.Richardo, jumlah uang dan nilai uang memiliki hubungan yang terbalik, artinya jika uang bertambah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan turun dua kali lipat atau setengah dari nilai semula. Sebaliknya, jika jumlah uang berkurang menjadi sisa setengahnya dari uang semula, maka nilai uang akan naik dua kali lipat.

Nilai uang dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu nilai nominal, nilai intrinsik, dan nilai riil. Berikut penjelasannya :

1. Nilai Nominal

Nilai nominal merupakan nilai yang tercantum pada seluruh mata uang atau instrumen keuangan lainnya. Misalnya, pada uang Rp 100.000, - tercantumkan angka seratus ribu rupiah, maka nilai nominal uang tersebut adalah seratus ribu rupiah.

2. Nilai Intrinsik

Nilai ini merupakan nilai dari bahan yang dipakai untuk pembuatan uang. Misalnya, untuk dapat membuat uang Rp 100.000, - dibutuhkan bahan kertas dan lainnya dengan harga Rp 5.000,- maka nilai intrinsic dari uang yang digunakan untuk membuat uang lima puluh ribu adalah Rp 3.000, -.

3. Nilai Riil

Nilai riil merupakan kemampuan daya beli uang terhadap suatu barang ataupun jasa. Misalnya, empat tahun lalu uang senilai Rp 1.000, - bisa untuk membeli sebungkus biskuit namun untuk saat ini tidak bisa. Dibutuhkan uang sebesar Rp 2.000, - untuk sebungkus biskuit yang sama. Maka artinya nilai riil Rp 1.000, - tersebut telah menurun namun nominalnya masih tetap sama.

Jika dilihat dari penggunaan daya belinya, nilai uang dapat dibedakan menjadi nilai internal dan nilai eksternal.

  • Nilai internal merupakan kemampuan daya beli uang untuk membeli barang atau jasa. Misalnya, dengan uang sebesar Rp 15.000, - kamu sudah bisa membeli persediaan dua bungkus sosis. Maka nilai internal Rp 15.000, - tersebut adalah dua bungkus sosis.
  • Nilai eksternal merupakan nilai uang dalam negeri. Jika kamu menukarkan uang dengan mata uang asing maka akan mengikuti kurs mata uang asing tersebut. Misalnya, untuk dapat menukarkan uang senilai 1 dolar Singapura, kamu membutuhkan Rp 14.840, -. Artinya nilai eksternalnya Rp 14.840, - sebesar 1 dolar Singapura.

Fungsi Uang

Uang memiliki banyak fungsi dalam aktivitas perekonomian, fungsi uang adalah sebagai berikut:

  • Satuan Nilai

Uang berfungsi sebagai nilai ukur umum terhadap barang dan jasa. Uang juga dapat katakana sebagai alat satuan hitung atau alat tukar yang digunakan untuk menunjukkan nilai barang dan jasa. Nilai barang atau jasa yang diukur tersebut kemudian diartikan sebagai harga (price).

  • Alat Tukar

Fungsi uang sebagai alat tukar didasarkan atas kebutuhan manusia untuk mendapatkan atau melepas barang dan jasa. Hal ini dapat dikatakan sebagai barter, barang atau jasa akan ditukarkan dengan uang yang berfungsi sebagai perantara.

  • Alat Penimbun Kekayaan

Seseorang yang memiliki uang adalah pemegang daya beli, uang tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran atas barang atau jasa yang mereka butuhkan. Kemudian mereka menyadari hal tersebut penting dan mulai menyimpan uang untuk dapat digunakan suatu saat jika mereka membutuhkan barang atau jasa. Dalam keadaan relatif stabil, menyimpan uang menjadi alat penimbun kekayaan yang efektif dan memuaskan. Namun, Ketika nilai uang turun makan nilai uang tersebut menjadi tidak efektif.

  • Alat Penyelesaian Utang

Uang merupakan alat satuan nilai dan alat pembayaran, dengan demikian uang juga dapat menjadi alat satuan pengukur pembayaran tertunda (utang). Dengan adanya kestabilan nilai uang, maka penerima utang akan merasa tidak dirugikan. Ini karena kontrak yang dibuat hari ini akan memiliki nilai uang yang sama di masa depan.

Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Nilai Uang

Terdapat beberapa faktor yang akan mempengaruhi nilai uang sebagai alat tukar transaksi. Faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang yaitu adanya penawaran dan permintaan uang, jumlah uang yang beredar, kebijakan pemerintah dan faktor lainnya.

1. Penawaran dan Permintaan Uang

Pada perekonomian, nilai uang selalu mengalami kenaikan ataupun penurunan yang diakibatkan oleh penawaran uang dan permintaan uang.

  • Penawaran Uang

Penawaran uang atau yang sering disebut sebagai jumlah uang sangat berkaitan dengan banyaknya uang yang beredar di dalam kehidupan. Uang tersebut meliputi jumlah uang kartal dan uang giral.

  • Permintaan Uang

Permintaan uang merupakan wujud dari kecepatan peredaran uang. Kecepatan peredaran uang adalah bagaimana kecepatan perpindahan uang dari satu tempat ke tempat lain atau dapat berupa perpindahan uang dari satu pihak ke pihak lain.

2. Jumlah Uang yang Beredar

Jumlah uang yang beredar dapat dihitung berdasarkan semua jenis alat pembayaran berupa alat yang dikeluarkan pemerintah (bank sentral) berupa uang kartal dan uang logam. Selain itu, uang yang dikeluarkan oleh bank-bank berupa uang giral seperti giro bilyet, cek dan surat perintah pembayaran lainnya.

3. Kebijakan Pemerintah

Untuk stabilitas peredaran uang di masyarakat, pemerintah melalui bank sentral dapat mengatur banyaknya uang yang beredar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan perekonomian negara.  Adapun kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengatur uang yang beredar adalah sebagai berikut :

a. Operasi pasar terbuka (OPT), merupakan kegiatan pembelian dan penjualan surat-surat berharga yang dilakukan Bank Sentral untuk mengelola jumlah uang yang beredar. Jika uang dianggap terlalu banyak, maka bank sentral akan menjual surat-surat berharga yang telah dibeli agar uang terserap.

b. Fasilitas diskonto, bank sentral akan menurunkan tingkat diskonto apabila pemerintah ingin adanya penambahan peredaran uang.

c. Cadangan wajib, merupakan kebijakan yang dilakukan bank sentral yang mengharuskan bank-bank lain untuk memelihara cadangan wajib minimum sebesar sekian persen dari total kewajiban yang dimiliki. Cadangan wajib tersebut harus disimpan berbentuk uang tunai dan giro di bank.

d.  Kredit selektif, merupakan pola pemberian kredit yang dilakukan pemerintah melalui Bank Sentral. Pemberian kredit yang diberikan berupa pemberian kredit selektif dan pembatasan pemberian kredit.

e.  Pencetakan uang, ini merupakan kebijakan pemerintah guna menambah jumlah uang yang beredar.

f.  Himbauan moral, adalah sebuah kebijakan yang merupakan himbauan untuk bank-bank agar melakukan suatu hal atau tidak melakukannya sama sekali.

4. Faktor Lainnya

Faktor lain yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang adalah jumlah persediaan barang di pasar. Jika barang yang tersedia di pasar relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah uang yang beredar, maka barang tersebut akan mengalami peningkatan harga atau mahal.

Peningkatan harga tersebut akan mempengaruhi nilai uang. Hal ini berlaku sebaliknya, jika jumlah barang persediaan yang tersedia di pasar relatif banyak dibandingkan dengan jumlah uang yang beredar, maka harga barang akan turun. Penurunan harga tersebut akan meningkatkan kenaikan nilai uang. 

Jika dilihat dari fungsinya, uang berfungsi sebagai alat penimbun kekayaan. Uang dapat digunakan untuk transaksi seluruh barang ataupun jasa yang diinginkan. Dengan menyimpan uang, maka kamu akan memiliki tabungan atau persediaan uang untuk digunakan suatu saat.

Jika nilai uang dalam keadaan stabil, maka menyimpan uang akan memberikan kepuasan di masa yang akan dating. Selain menimbun uang, investasi menjadi salah satu cara yang berpotensi untuk memberikan passive income untuk menambah tabungan yang kamu miliki.

Banyak platform yang telah menyediakan investasi secara online, salah satunya LandX. LandX merupakan platform investasi equity crowdfunding yang telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). LandX menghadirkan ruang bagi para investor dan pemilik UMKM potensial untuk mengembangkan bisnisnya lewat sistem urun dana.

Yuk Mulai Investas di LandX!