Investor Penerbit
menu-mobile

Balanced Investment Strategy: Membangun Portofolio Investasi Seimbang

16 November 2022

|

5 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
Balanced Investment Strategy

Balanced investment strategy adalah strategi mengkombinasikan beberapa jenis investasi dalam upaya untuk menyeimbangkan risiko dan tingkat pengembalian. Jika satu investasi memiliki kinerja kurang baik maka tersedia investasi lain yang lebih terjaga nilainya.

Berinvestasi tentu harus paham bahwa terdapat potensi risiko yang mengiringinya, sehingga penting untuk mempersiapkan diri dan melakukan manajemen risiko. Berbagai jenis investasi berarti memiliki beragam tingkat risiko dan return yang berbeda. Setiap investor tentu sebaiknya memilih jenis investasi yang sesuai profil risikonya dan menerapkan balanced investment strategy.

Apa itu balanced investment strategy? Balanced investment strategy adalah strategi mengkombinasikan beberapa jenis investasi dalam upaya untuk menyeimbangkan risiko dan tingkat pengembalian. Jika satu investasi memiliki kinerja kurang baik maka tersedia investasi lain yang lebih terjaga nilainya.

Lihat tips membangun balanced portofolio dalam investasi di artikel ini!

Apa Itu Balanced Investment Strategy

Balanced investment strategy adalah cara terbaik untuk mencapai pertumbuhan aset maksimum dan meminimalkan risiko investasi. Untuk membangun portofolio dengan balanced investment strategy, kamu dapat berinvestasi pada beberapa instrumen investasi dengan tingkat risiko dan return berbeda seperti investasi saham dan obligasi. 

Investasi saham merupakan instrumen investasi berisiko tinggi tetapi memberikan peluang keuntungan (return) yang lebih besar daripada obligasi. Sedangkan investasi obligasi merupakan investasi risiko rendah namun menawarkan return yang cenderung lebih rendah daripada saham. 

Gagasan di balik balanced investment strategy adalah untuk melindungi modal yang kamu miliki. Modal dilindungi dengan meminimalisir risiko investasi, jika satu jenis investasi memiliki kinerja buruk maka masih ada investasi lain yang dapat diandalkan. 

Konsep balanced investment strategy atau balanced investment portfolio juga serupa dengan strategi diversifikasi portfolio. Strategi diversifikasi portofolio juga mendorong seorang investor untuk menaruh dananya di beberapa jenis investasi untuk meminimalisir risiko kerugian.

Jadi, balanced investment strategy adalah strategi mengkombinasikan beberapa jenis investasi dalam upaya untuk menyeimbangkan risiko dan pengembalian (return).

Kenapa Balanced Investment Strategy Penting Diterapkan?

Sebagai investor pasti kamu pernah mendengar riuh yang terjadi akibat pergerakan harga saham turun yang disebabkan oleh kondisi pandemi dan kini yang terbaru kemungkinan resesi. Pergerakan harga saham sangat sensitif dengan banyak faktor seperti kabar perekonomian. 

Jika perekonomian bergerak menguntungkan bagi industri saham yang dipilih, tentu dapat memberi potensi keuntunga yang terus menanjak. Namun, jika terdengar kabar krisis dan lainnya maka saham akan cenderung bergerak di jalur merah.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki strategi investasi yang seimbang atau balanced investment strategy. Membangun balanced investment strategy dapat dilakukan dengan memiliki portofolio yang memungkinkan kamu untuk mengambil keuntungan terbaik dari keuntungan jangka pendek dan stabilitas jangka panjang. Strategi ini juga membantu kamu meminimalisir kerugian yang merupakan juga penerapan dari defensive investment strategy.

Salah satu cara yang perlu dilakukan investor untuk menyeimbangkan portofolio mereka didasarkan pada toleransi risiko mereka/profil risiko. Investor yang lebih toleran terhadap risiko mungkin bersedia berinvestasi lebih banyak ke dalam saham, sementara investor yang dengan profil risiko rendah akan memilih obligasi yang memiliki tingkat pertumbuhan lebih rendah. 

Pilihan Portofolio untuk Balanced Investment Strategy

Tujuan balanced investment startegy adalah untuk menyeimbangkan potensi risiko dan keuntungan yang diterima. Jika satu jenis investasi memiliki kinerja buruk maka terdapat investasi lainnya yang masih bertahan lebih baik.

Oleh karena itu, untuk menerapkan balanced investment strategy maka kamu harus memiliki balanced investment portfolio. Beberapa opsi yang dapat kamu jadikan pilihan portofolio investasi yang seimbang adalah saham, obligasi, deposito, reksa dana, kripto, serta  investasi crowdfunding.

Dengan investasi saham, kamu dapat meraih keuntungan dari selisih jual beli saham (capital gain). Keuntungan investasi obligasi dan deposito yaitu instrumen investasi yang dijamin negara sehingga risiko lebih rendah. Investasi kripto dapat kamu pilih jika memiliki modal berlebih dikarenakan koin cryto umumnya memiliki harga yang mahal. Serta kamu dapat menerima keuntungan dividen berkala dengan investasi crowdfunding.

Berbagai jenis investasi ini menawarkan potensi keuntungan berbeda dan tingkat risiko yang berbeda pula. Sebagai investor, penting untuk melakukan mempelajari setiap jenis investasi dan menganalisis potensinya sebelum menurunkan keputusan berinvestasi.

Setiap investor juga pasti memiliki preferensinya sendiri untuk menentukan porsi modal yang ditaruh. Terdapat investor agresif yang lebih suka persentase saham lebih tinggi atau investor konservatif yang ingin keuntungan stabil jangka panjang dengan obligasi dan crowdfunding. Pilihan investasi berada di tangan investor masing-masing.

Contoh Balanced Investment Portfolio

Seperti yang telah dijelaskan, balanced investment strategi dalam portofolio dibangun dengan cara menaruh dana pada jenis investasi berbeda dengan tingkat pengembalian dan risiko yang beragam. Lalu, bagaimana cara membangun balanced investment portfolio?

Biasanya untuk mulai membangun balanced portofolio dalam investasi atau portofolio yang seimbang, tersedia jenis investasi saham dan obligasi. Investor yang menerapkan strategi ini dapat menaruh dananya pada opsi 50 banding 50 atau sedikit lebih besar di salah satu seperti saham 60% dan obligasi 40%.

Porsi investasi ini tidak mutlak, karena setiap keputusan investasi biasanya akan disesuaikan kembali profil risiko sang investor. Serta pilihan investasi tidak sebatas saham maupun obligasi saja namun juga deposito, sukuk, hingga saham investasi crowdfunding.

Saham investasi crowdfunding berbeda dengan saham yang biasa kamu kenal di bursa efek. Saham yang akan kamu miliki melalui investasi crowdfunding adalah saham bisnis privat dan termasuk investasi pasif. 

Investasi crowdfunding cocok bagi investor dengan strategi investasi jangka panjang, karena tidak perlu memantau pergerakan saham tapi hanya perlu menunggu kapan potensi dividen dibagikan. Dividen berasal dari performa keuntungan operasional bisnis selama suatu periode distribusi dividen, yaitu berkala mulai dari 3 bulan. Sehingga investor crowdfundingmemiliki peluang menerima dividen hingga 3-4 kali setahun sesuai performa bisnis.

Jika kamu tertarik menerapkan balanced investment strategy dan membangun portofolio yang seimbang maka berinvestasi pada saham bisnis privat melalui crowdfunding dapat menjadi pilihan. 

Saham bisnis privat crowdfundinghanya tersedia 45 hari masa penawaran. Kamu dapat membeli saham ini melalui platform equity crowdfunding seperti LandX. LandX telah dipercaya ribuan investor Indonesia menjadi platform investasi crowdfunding yang berizin dan diawasi OJK.

Oleh karena itu, 

Miliki Balanced Investment Portfolio Melalui Investasi Crowdfunding Sekarang!