Investor Penerbit
menu-mobile

Mengenal Karakterisik dan Jenis Bisnis Startup di Indonesia

2 August 2022

|

6 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
Apa itu startup: jenis-jenis bisnis stratup adalah, karakteristik startup, contoh startup

Bisnis stratup adalah perusahaan baru umumnya di bidang teknologi yang mencoba mendisrupsi pasar. Sederhananya, bisnis startup adalah perusahaan yang masih berada pada fase mengembangkan produk. Mari cari tahu jenis perusahaan startup yang berkembang pesat di Indonesia!

Bisnis startup adalah jenis perusahaan startup yang berkembang pesat di Indonesia. Bahkan, Indonesia tempati posisi kelima sebagai negara dengan jumlah perusahaan startup terbanyak di dunia. Berdasarkan laporan Startup Rangking, Indonesia miliki 2.361 perusahaan startup hingga tahun 2022.

Bisnis startup adalah istilah yang populer sekarang ini. Utamanya, perusahaan startup merujuk pada perusahaan baru yang berbasis teknologi.

Tapi sebenarnya apa itu startup? apa perbedaan startup dan perusahaan biasa? Yuk, pelajari apa pengertian, dan karakteristik startup bagaimana?

Dalam artikel ini, LandX akan bahas untuk kamu agar lebih mengerti tentang startup jenis perusahaan startup yang berkembang pesat di Indonesia .

Apa Itu Startup?

Bisnis startup adalah perusahaan baru yang mencoba mendisrupsi pasar. Berdasarkan arti kata, start up artinya memulai atau perusahaan yang baru mulai pada fase mengembangkan produk dan menemukan pasar.

Perusahaan-perusahaan ini memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Namun, startup paling sukses dapat menjadi legenda dunia bisnis dengan inovasi bisnisnya.

Karakteristik Startup

Apakah semua perusahaan baru adalah startup? Ada kategori kenapa sebuah bisnis diberikan label startup atau perusahaan rintisan. Berikut ulasannya.

  • Problem Solving

Perusahaan startup dirancang untuk memecahkan masalah. Karena itu bisnis startup adalah perusahaan yang sering disebut sebagai disruptor terhdap kondisi yang telah ada dan tak jarang terjadi penolakan. Namun, dengan efektivitas yang diberikan serta edukasi produk yang dijalankan buat perlahan bisnis ini semakin diterima masyarakat luas.

Contohnya pada awal kehadiran layanan ojek online seperti Gojek yang buat pengendara ojek konvensional merasa resah dan terancam wilayah layanan usahanya.

Walaupun memakan waktu, kini manfaat dari kehadiran bisnis berbasis pemanfaatan teknologi dengan sentuhan ini mampu memikat hati banyak ojek konvensional. Mendapat orderan lebih banyak dan beragam (ojek, pesan-antar makanan, pesan-antar barang) dari satu aplikasi.

  • Perkembangan pesat

Startup merupakan perusahaan yang memiliki budaya yang terus berkembang, berubah, dan beradaptasi untuk menghadapi tantangan dan peluang. Target sebuah startup bersifat dinamis untuk mencapai tujuannya.

Perusahaan startup adalah kombinasi unik dari orang, ide, teknologi, dan sumber daya yang disatukan untuk mencapai tujuan. Operasional bisnis startup melibatkan pengembangan dan peluncuran produk atau layanan baru dalam skala waktu yang cepat.

  • Secara umum berbasis teknologi

Bisnis startup yang masih muda dan eksperimental buat perusahaan ini berada pada fase mengeksplorasi kemungkinan ide-idenya. Dan kenyataannya, mereka belum yakin seperti apa bentuknya di masa depan.

Banyak startup berbais teknologi (tech-oriented) dalam mengembangkan ide bisnisnya. Pendiri memiliki kemampuan pengolahan software dan melakukan development pada program komputer untuk menunjang layanan pada target pasarnya.

  • Berisiko tinggi

Perusahaan startup memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, tetapi startup yang paling sukses dapat menjadi legenda dunia bisnis. Ada banyak faktor yang menyebabkan startup gagal.

Beberapa faktor yang menyebabkan startup gagal yaitu ketidakmampuan mengeksekusi ide, kesalahan dalam membentuk tim, serta product-market fit yang tidak sesuai. Namun tentunya terdapat startup yang dapat menghadang terjadi kegagalan dengan mengubah model bisnis atau strategi pivot.

Apa Saja Bisnis Startup dan Jenis Startup?

Menurut Steve Blank, entrepreneur, ada enam jenis startup yang berbeda yaitu lifestyle, small business, scalable, buyable, large company dan social.

1. Lifestyle Startup

Lifestyle startup terdiri dari mereka yang bekerja untuk diri mereka sendiri. Khususnya mendalami pekerjaan yang mereka senangi. Contohnya adalah para freelancer atau web designer yang memiliki passion terhadap pekerjaannya.

2. Small Business Startup

Small business startup merupakan seorang yang tidak terlalu ambisius dengan tujuannya. Ia fokus untuk memberikan kehidupan yang nyaman bagi keluarganya. Contohnya adalah pengelola personal cafe, toko kelontong, toko roti, dan lainnya.

3. Scalable Startup 

Perusahaan ini terdiri dari pengusaha yang percaya bahwa ide bisnisnya dapat mengubah dunia. Para pendiri startup berusaha menemukan model bisnis yang dapat terukur untuk menarik perhatian investor dan meningkatkan bisnisnya. 

Contohnya adalah Google, Uber, Facebook, Gojek, Ruangguru.

4. Buyable Startup

Bisnis ini mereka lahir dengan tujuan dijual ke perusahaan besar setelah mencapai hasil positif yang menarik perhatian mereka. Jenis startup yang satu ini sudah sangat umum di perusahaan pengembang solusi web dan mobile. 

Contohnya adalah pembelian Instagram oleh Facebook dan Moka yang dibeli oleh Gojek.

5. Large Company Startup 

Perusahaan ini merujuk pada mereka yang memulai dari kecil namun dengan produk yang revolusioner. Kemudian diakui secara global dan dianggap sebagai perusahaan rintisan besar. 

Seiring waktu karena terjadi perubahan pasar, preferensi pengguna, dan tekanan persaingan, bisnis ini cenderung menciptakan produk inovatif baru untuk pengguna baru dari pasar yang berbeda.

Contoh large company startup ialah Microsoft, Samsung, Apple dan lainnya

6. Social Startup 

Startup sosial semakin muncul ke permukaan dengan ide bisnis mereka yang membuat isu sosial jadi perhatian bersama. Bisnis berbasis kepedulian sosial ini digarap oleh mereka yang ingin membuat perubahan dalam masyarakat dan membuat dunia yang lebih baik.

Dengan demikian, tujuan utamanya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. 

Contoh bisnis social startup di Indonesia adalah Waste4Change, KitaBisa, Katadata dan startup dengan model bisnis crowdfunding.

Perbedaan Startup Unicorn, Decacorn dan Hectocorn

Dalam bisnis startup, perusahaan-perusahaannya diklasifikasikan sesuai dengan tingkatan masing-masing. Dasar tingkatan bisnis startup adalah nilai valuasi perusahaan.

Dalam startup ada yang paling rendah adalah unicorn, kedua ada decacorn, dan yang paling tinggi ada hectocorn. Berikut adalah perbedaannya.

  • Startup unicorn adalah perusahaan yang memiliki nilai valuasi US$ 1 miliar atau Rp 14,1 triliunan.
  • Startup decacorn adalah perusahaan yang mampu menembus valuasi sekitar US$ 10 miliar.
  • Startup hectocorn adalah perusahaan startup dengan nilai valuasi terbesar. Nilai valuasinya sebesar US$ 100 miliar atau Rp 1.410 triliunan

Contoh Perusahaan Startup yang Berkembang Pesat di Indonesia

Perusahaan bisnis startup Indonesia banyak yang mulai berkembang cepat. Namun, berikut adalah perusahaan-perusahaan startupnya.

  1. Gojek - Perusahaan ride-hailing dan super app terbesar di Indonesia yang menawarkan berbagai layanan seperti transportasi, pengiriman makanan, pembayaran online, dan lain-lain.
  2. Tokopedia - Platform e-commerce terbesar di Indonesia yang menawarkan jutaan produk dari berbagai kategori dan memfasilitasi ribuan penjual untuk berjualan secara online.
  3. Traveloka - Platform travel booking online yang menawarkan pemesanan tiket pesawat, hotel, kereta, dan aktivitas wisata di Indonesia dan sekitarnya.
  4. Ruangguru - Startup edtech terbesar di Indonesia yang menyediakan platform belajar online dan les privat untuk siswa dari sekolah dasar hingga menengah atas.
  5. Bukalapak - Platform e-commerce yang menawarkan berbagai produk dari berbagai kategori dan memfasilitasi penjual untuk berjualan secara online, terutama bagi UMKM.

LandX Sebagai Startup Crowdfunding Indonesia

Skema equity crowdfunding di Indonesia terus mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada awalnya, skema ini hanya tersedia untuk perusahaan kecil dan menengah yang kesulitan dalam mendapatkan pendanaan.

Namun sekarang, skema ini telah menjangkau hampir semua jenis bisnis dan investor. Banyak platform equity crowdfunding yang muncul dan memberikan akses ke pasar investasi kepada masyarakat yang sebelumnya sulit dilakukan.

Melalui skema ini, investor dapat memiliki akses ke investasi yang sebelumnya hanya tersedia untuk investor institusional atau individu dengan kekayaan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, skema ini bisa menjadi pilihan kamu untuk mengembangkan aset investasi dalam jangka panjang.

karena itu,

Yuk Mulai Tingkatkan Level Investasi Anda Sekarang….

Baca Juga