Investor Penerbit
menu-mobile

Nilai Intrinsik: Fungsi, Jenis, Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

4 November 2022

|

5 Min Read

|

Author: Alula
nilai instrinsik saham

Nilai intrinsik mengacu pada perbedaan antara harga pasar saat ini dari aset dasar dan harga pelaksanaan opsi. Lalu bagaimana jika nilai intrinsik lebih besar nilai pasar? Yuk simak artikel ini lebih lanjut.

Investasi merupakan salah satu kegiatan positif yang sedang eksis diminati oleh masyarakat saat masa pandemi. Tidak sedikit yang tertarik untuk memulai berinvestasi hanya karena ikut-ikutan tren. 

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak diminati oleh para investor. Hal ini karena saham dapat memberikan tingkat keuntungan dengan cepat dan menarik. 

Untuk meminimalisir risiko investasi akibat ikut-ikutan, sebaiknya sebelum kamu memulai investasi saham, kamu perlu mengetahui nilai intrinsik dan bagaimana cara menghitung nilai intrinsik saham.

Apa Itu Nilai Intrinsik Saham?

Nilai intrinsik adalah nilai asli dari suatu saham, yakni sebuah perkiraan nilai yang dihitung dari risiko dan pengembaliannya. Nilai intrinsik sendiri berbeda dengan nilai pasar (harga saham) atau nilai buku (book value). 

Nilai intrinsik dilihat berdasarkan aspek yang mempengaruhi bagus atau tidaknya suatu perusahaan, mulai dari aset yang terlihat maupun tidak hingga prospek kemajuannya.

Nilai intrinsik saham biasanya dihitung dengan berbagai metode analis fundamental. Tetapi metode yang umum digunakan ialah dengan menjumlahkan seluruh laba yang dihasilkan oleh aset perusahaan, kemudian nilai saat ini (present value) menggunakan faktor diskon tertentu. 

Nilai intrinsik negara satu dengan negara lain tentu akan berbeda, karena tergantung hal ini dinilai dari masing-masing uang yang berlaku.

Fungsi Nilai Intrinsik

Nilai Intrinsik sendiri memiliki fungsi untuk menunjukkan bagaimana potensi keuntungan investor atau untuk melakukan analisis fundamental. Hal ini karena nilai intrinsik akan tercantum dalam setiap laporan perdagangan.

Jenis Nilai Intrinsik Saham

Terdapat beberapa jenis penilaian terhadap harga saham, beberapa penilaian tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Overvalued

Saham overvalued adalah saham yang memiliki harga pasar lebih tinggi daripada nilai intrinsiknya. Biasanya saham ini akan jarang diminati oleh para investor karena harganya yang mahal.

2. Undervalued

Saham undervalued adalah saham yang memiliki harga pasar yang lebih murah atau berada dibawah harga intrinsik. Atau dapat diartikan undervalued merupakan suatu kondisi dimana harga suatu saham berada dibawah harga normal.

3. Fair Valued

Pada penilaian fair valued, nilai intrinsik sebuah saham akan sama dengan nilai aslinya. Artinya, harga pasar akan sebanding dengan nilai fundamental saham.

Mengapa Investor Perlu Mengetahui Nilai Intrinsik Saham?

Sebelum melakukan investasi, hal penting yang kamu harus diketahui adalah nilai intrinsik suatu saham. Hal ini karena nilai intrinsik akan menjadi penentu harga dari saham yang akan dipilih dengan diskon ataupun tidak. Jika terdapat suatu saham yang diskon dan perusahaan memiliki performa kinerja yang baik, maka kamu akan berpotensi mendapatkan hasil yang maksimal di kemudian hari.

Selain itu, dengan mengetahui nilai intrinsik saham kamu juga dapat menentukan keputusan apakah saham tersebut akan kamu beli atau tidak dan akan dipertahankan atau dijual. 

Pedoman Nilai Intrinsik untuk Menentukan Jual Beli Saham

Nilai intrinsik akan menunjukkan present value arus kas yang diterima oleh suatu saham. Terdapat tiga pedoman dalam menentukan saham tersebut terjual, dibeli, atau dipertahankan, yakni sebagai berikut.

  • Jika nilai intrinsik lebih besar daripada harga pasar saat ini, maka saham tersebut dinilai undervalued. Lebih baik jika kamu membeli saham tersebut atau menahannya bila saham tersebut telah dimiliki
  • Jika nilai intrinsik kurang dari harga pasar sekarang, maka saham tersebut dinilai overvalued. Maka kamu tidak dianjurkan untuk membeli saham ini, jika sudah memilikinya maka lebih baik untuk melepaskannya.
  • Jika nilai intrinsik sama dengan harga pasar sekarang, maka saham tersebut memiliki harga wajar dan memiliki kondisi yang seimbang.

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Untuk menghitung nilai intrinsik saham dapat menggunakan beberapa metode dengan cara termudah. Metode ini akan bersifat relatif bagi perusahaan. Artinya, suatu perusahaan dan perusahaan lain akan memiliki metode perhitungan yang berbeda. Hal ini juga dapat membuat kekeliruan bagi para investor.

Sebelum menjadi investor, kamu harus memperhatikan beberapa poin penting sebelum menghitung intrinsik saham. 

Beberapa hal yang harus kamu pahami sebagai seorang investor sebelum membeli aset adalah dengan mengetahui kesesuaian metode valuasi dengan model bisnis, jenis valuasi, dan laba perusahaan.

Sedangkan untuk metode analisis fundamental dalam menghitung nilai intrinsik saham antara lain sebagai berikut.

1. Rumus Nilai Intrinsik Saham dengan Metode Relatif

Untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan metode relatif yakni dengan rumus:

  Nilai Intrinsik = EPS X PER

 Penjelasan:

 EPS = Laba per saham berdasarkan laporan tahunan.

 PER = Price Earning Ratio 

2. Rumus Nilai Intrinsik Saham dengan Benjamin Graham Formula

Benjamin Graham adalah seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam dunia investasi. Nilai intrinsik bermula dari inisiasi Benjamin dalam menciptakan suatu metode untuk memilih saham yang tepat. Rumus menghitung nilai intrinsik saham dengan formula Benjamin graham antara lain sebagai berikut.

V = EPS x (8.5 + 2g)

Penjelasan:

V = Nilai intrinsik

EPS = Earnings per Share atau laba bersih per saham yang berasal dari laporan tahunan.

8.5 = Basis P/E yang dianggap normal untuk perusahaan tidak bertumbuh labanya.

g = persentase ekspektasi pertumbuhan dalam 7-10 tahun kedepan.

3. Nilai Intrinsik Berdasarkan Model Pertumbuhan Dividen

Terdapat 3 (tiga) model menghitung nilai intrinsik saham pertumbuhan dividen yakni:

  • Model pertumbuhan nol (zero growth model)

Model menghitung nilai intrinsik saham ini berasumsi bahwa dividen yang dibayarkan perusahaan tidak akan mengalami pertumbuhan, dividen akan tetap dipertahankan pada tingkat saat ini dan seterusnya. Untuk rumus model pertumbuhan ini adalah sebagai berikut.

rumus intrinsik saham

Penjelasan:

PV  = Nilai saham preferen

D    = dividen tahunan per lembar saham preferen

k     = tingkat return/pengembalian yang disyaratkan   pada saham preferen

  • Model pertumbuhan konstan (constant growth model)

Model pertumbuhan konstan sering juga disebut Gordon Model. Model menghitung nilai intrinsik saham ini berasumsi bahwa dividen tumbuh pada suatu tingkat tertentu yang konstan selama waktu yang tak terbatas. Rumus model pertumbuhan konstan adalah sebagai berikut.

menghitung saham intrinsik

Penjelasan:

Do = Dividen per lembar sebelum tumbuh

g   = tingkat pertumbuhan dividen

k   = tingkat pengembalian yang disyaratkan

  • Model pertumbuhan tidak konstan (non constant  growth model)

Untuk menghitung nilai intrinsik saham melalui model ini ialah dengan rumus:

Po = D/Ks

Penjelasan:

Po = Harga Saham yang Diharapkan

D = Divinden

Ks = Tingkat Keuntungan yang Disyaratkan Investor Pada Saham

Miliki Saham Investasi Bisnis dengan Mudah

Setelah mempelajari apa itu nilai intrinsik saham hingga cara menghitungnya, kamu sudah bisa nih untuk mencoba berinvestasi saham bisnis seperti melalui platform equity crowdfunding LandX.

Dengan memiliki modal 1 jutaan kamu sudah bisa berinvestasi, kamu dapat menentukan sendiri bisnis apa yang kamu inginkan!

Untuk dapat berinvestasi bisnis saham kamu dapat mendownload aplikasi investasi LandX. Aplikasi investasi ini sudah memiliki izin resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Yuk Download dan Jadi Investor Bisnis Sekarang Juga