22 March 2022
|
4 Min Read
|
Yuk simak arti dari impulsive buying dan bagaimana cara mengendalikan prilaku belanja agar tidak impulsive.
Kita semua tentu pernah membuat keputusan pembelian tanpa pikir panjang sebelumnya bukan? Nah hal ini merupakan contoh impulsive buying yang sering menyerang banyak orang.
Impulsive buying adalah keputusan pembelian yang secara tiba-tiba dan tidak terencana yang dilakukan seseorang saat melihat suatu barang atau jasa.
Jadi kalau kamu masih bingung apa itu impulsive buying, simpelnya impulsive buying adalah keputusan belanja yang tidak terencana dan reaktif sehingga seseorang tidak berpikir panjang sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang.
Hal ini tentu saja sering kita alami terutama saat kita melihat barang diskon dan langsung membelinya tanpa memikirkan apakah barang tersebut akan berguna atau tidak.
Fenomena impulsive buying ini juga meningkat seiring perkembangan sistem belanja online yang membuat orang bisa dengan mudah membeli suatu barang. Kemudahan ini menjadi salah satu pemicu yang menyebabkan orang tidak berpikir panjang sebelum membeli suatu barang.
Oleh sabab itu, banyak bisnis memasukkan sisi emosional dalam berbagai iklan mereka agar mendorong sikap impulsive buying dari para audien. Anda tentu pernah tanpa sadar memberi suatu barang dengan diskon besar yang sebenarnya anda tidak butuh sama sekali.
Supaya bisa terhindar dari impulsif buying, yuk kita bahas lebih tentang apa itu impulsive buying dan bagaimana cara terhindar dari hal ini.
Sebenarnya impulsive buying terjadi karena banyak faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu hal utama yang menyebabkan impulsive buying adalah suasana belanja yang nyaman dan mudah sehingga seseorang tidak pikir panjang untuk memberi sesuatu.
Karena itu, orang-orang akan belanja lebih banyak di secara online karena terbawa suasana mudahnya mendapatkan suatu barang sehingga tidak memikirkan berapa banyak yang sudah mereka keluarkan. Oleh sebab itu, mood seseorang menjadi faktor yang memiliki peran cukup besar dari prilaku impulsive buying.
Selain itu, keunikan suatu produk juga menjadi hal mendorong seseorang melakukan impulsive buying, kamu pasti pernah tertarik dan membeli suatu barang hanya karena barang tersebut lucu dan unik sehingga menarik perhatian anda.
Namun, semua ini kembali lagi ke diri sendiri apakah kita bisa mengendalikan prilaku impulsive buying ini atau tidak. Sikap hedonisme dan kurangnya kontrol terhadap diri sendiri menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan seseorang melakukan impulsive buying saat sedang belanja.
Impulsive buying sebenarnya dipacu oleh banyak faktor baik dari luar maupun dalam maupun luar diri seseorang.
Dari eksternal, biasanya faktor lingkungan menjadi salah satu yang mendorong seseorang menjadi impulsive seperti lingkungan pertemanan yang hobi belanja sehingga kita suka terbawa suasana untuk ikut membeli sesuatu yang padahal sebenarnya kita tidak begitu butuh.
Selain itu, banyak orang jadi belanja secara impulsif karena adanya strategi pemasaran yang massive yang menyebabkan banyak orang-orang tertarik membeli berbagai hal yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal ini tentu saja menjadi hal yang sering membuat orang gelap mata dan melakukan pemberian tanpa pikir panjang.
Akan tetapi, sebenarnya hal ini juga dipengaruhi oleh faktor dalam diri seseorang apakah mereka bisa mengendalikan dengan baik prilaku belanja impulsive ini atau tidak. Hal ini karena sebagian orang memang memiliki sikap boros yang seringkali terjadi karena manajemen keuangan yang kurang baik.
Oleh sebab itu, untuk menghindari impulsive buying kita butuh membiasakan diri untuk mengendalikan prilaku pembelian yang kita lakukan.
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, impulsive buying memberikan dampak yang tidak baik terhadap keuangan kita terutama dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, mari kita bahas berbagai cara menghindari sikap impulsive buying.
Untuk membatasi prilaku impulsive buying anda perlu membatasi budget belanja anda setiap bulan sehingga anda sadar kapan harus berhenti belanja. Membatasi budget belanja membuat keputusan belanja menjadi jauh lebih rasional karena setiap keputusan yang kita ambil akan mengacu pada budget belanja yang kita miliki.
Oleh sebab itu, mengatur budget memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap keputusan keuangan yang akan anda ambil.
Apabila anda ingin belanja, anda harus menyusun skala prioritas agar anda tahu barang apa saja yang perlu dibeli dan apa yang tidak perlu. Hal ini membantu anda memilah barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan mana yang tidak.
Hal ini membantu anda terhindari dari godaan membeli produk-produk tidak berguna dan fokus membeli produk yang benar-benar anda butuhkan.
Salah satu cara terhindar belanja secara impulsive adalah dengan mulai rutin berinvestasi. Investasi bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari berbagai keputusan keuangan yang tidak penting.
Selain menghindari prilaku konsumtif, investasi membantu anda mengembangkan uang yang anda miliki dan tidak terhindar dari gerusan inflasi.
Salah satu investasi modal kecil yang bisa anda coba adalah investasi melalui patungan bisnis yang akan memberikan anda keuntungan berupa dividen dari keuntungan bisnis yang anda beli sahamnya.
LandX merupakan platform equity crowdfunding yang memberikan anda kesempatan untuk patungan ke berbagai bisnis menguntungkan dari berbagai sektor yang ada di sekitar anda.
Karena itu..
Yuk Mulai Investasi Meguntungkan di LandX
Jangan Lupa Follow Instagram @landx.id Untuk Berbagai Tips Investasi Menguntungkan Lainnya