15 June 2022
|
4 Min Read
|
Cloud kitchen adalah solusi untuk pemilik bisnis kuliner yang memiliki modal terbatas. Lewat konsep ini, pemilik brand F&B bisa fokus untuk meningkatkan kualitas, cita rasa, varian produk, dan strategi branding lewat digital marketing.
Bisnis cloud kitchen adalah tren kuliner baru di tengah badai Pandemi COVID-19. Dikenal dengan sebutan dapur satelit, cara kerja cloud kitchen mirip dengan konsep “dapur bersama” yang berfokus ke layanan pengiriman makanan saja. Baca terus artikel ini untuk memahami apa itu cloud kitchen, keunggulan dan kekurangannya, serta prospek bisnis cloud kitchen di Indonesia.
Pandemi COVID-19 pada awal tahun 2019 menuntut banyak restoran menutup fasilitas dine-in. Ditambah lagi, pelajar seluruh Indonesia diharuskan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan para pekerja diwajibkan untuk work from home atau hybrid working. Hal ini menjadikan banyak orang cenderung lebih memilih untuk membeli makanan ketimbang harus ribet memasak sendiri.
Penyebab semakin trendingnya konsep cloud kitchen adalah kondisi-kondisi tersebut. Berbeda dengan restoran konvensional yang membutuhkan modal besar untuk biaya bangunan usaha dengan lokasi yang strategis agar punya space luas untuk menampung dan menarik banyak pelanggan, cloud kitchen adalah solusi untuk pemilik bisnis kuliner yang memiliki modal terbatas. Cara kerja cloud kitchen adalah sebagai berikut:
Keunggulan cloud kitchen adalah konsep bisnis makanan yang lebih menguntungkan karena modalnya lebih sedikit dibanding restoran konvensional. Bagi pemilik bisnis F&B, mengeluarkan biaya cloud kitchen jelas lebih murah. Dengan menyewa tenant, maka tidak perlu ada pengeluaran besar untuk menyewa tempat sendiri, membayar gaji pelayan, membeli peralatan untuk makan, dan biaya untuk dekorasi ruangan.
Selain itu, kelebihan cloud kitchen adalah lebih rendahnya biaya operasional seperti biaya kebersihan, listrik dan air. Karena umumnya cloud kitchen adalah penyedia fasilitas tersebut, yang pastinya sudah termasuk ke dalam biaya sewa. Dengan ini, pemilik brand F&B bisa fokus untuk meningkatkan kualitas, cita rasa, varian produk, dan strategi branding lewat digital marketing.
Sementara itu, kekurangan dari konsep cloud kitchen adalah jika lokasi berdirinya dapur bersama ini tidak strategis. Meski tidak melayani dine-in, lokasi strategis sangat mempengaruhi intensitas pesanan yang masuk lewat jasa kurir online. Jika lokasi tidak strategis, maka peluang keuntungan lewat penjualan otomatis akan berkurang.
Umumnya yang menentukan harga sewa cloud kitchen adalah faktor lokasi, fasilitas yang tersedia, dan ukuran space setiap tenant. Misalnya, di kawasan pendidikan Kota Bandung harga sewa cloud kitchen adalah Rp4.000.000/bulan dengan luas 10 m² dilengkapi fasilitas dapur lengkap dan AC. Namun, di kawasan perkantoran Jakarta Pusat harga sewa tenant fasilitas serupa cloud kitchen adalah Rp8.000.000/bulan.
Akan tetapi, harga cloud kitchen cukup beragam karena bergantung dari beberapa faktor seperti ukuran dapur dan lokasi tempat yang akan disewa untuk bisnis cloud kitchen.
Bisnis cloud kitchen menjadi solusi di tengah terbatasnya lahan untuk bisnis di kawasan-kawasan strategis. Penerapan model bisnis cloud kitchen menjadi solusi untuk membuka bisnis FnB dengan modal yang lebih kecil. Selain itu, model bisnis ini berjalan secara lebih efisien karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemberian layanan dine-in.
Karena itu, konsep cloud kitchen menjadi salah satu model bisnis yang sangat potensial dalam jangka panjang.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal I-2021, pertumbuhan industri kuliner mencapai 2,45% dan menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan. Data ini juga semakin menguatkan bahwa dengan konsep bisnis F&B yang relevan, modal yang memadai, dan dilengkapi dengan strategi bisnis yang baik, bukan tidak mungkin bagi kamu untuk meraup keuntungan yang menjanjikan.
Banyak contoh bisnis F&B yang berhasil menjadi brand populer yang telah memiliki banyak konsumen loyal melalui konsep dapur bersama ini. Misalnya adalah cloud kitchen Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan kota lainnya yang berhasil menaikkan brand F&B seperti Hangry, SaladStop, Dailybox, Eatlah, dan banyak lagi.
Jika kamu tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnis kuliner dari nol, tetapi kamu tetap termotivasi untuk memulai bisnis di sektor kuliner, tidak perlu khawatir! Kamu bisa coba untuk melirik investasi bisnis kuliner dengan skema equity crowdfunding.
Skema ini adalah pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Sehingga kamu bisa berinvestasi pada beberapa project bisnis kuliner menjanjikan dengan modal minim. Keuntungan yang didapat dari equity crowdfunding adalah kamu menerima return dividen dari project bisnis yang didanai sesuai dengan porsi saham yang dimiliki.
Jika kamu ingin terhindar dari kerugian, maka pilihlah platform investasi berpengalaman dan telah memiliki izin dari OJK seperti LandX. Melalui platform ini, terdapat banyak pilihan project investasi bisnis F&B yang menjanjikan mulai dari cloud kitchen, sushi restaurant, ice cream dan dessert, hingga brand rice bowl. Sebelum kamu berivestasi, jangan lupa untuk menyesuaikan dengan profil risiko yang ingin dimiliki ya!