Investor Penerbit
menu-mobile

Apa Itu Metode Menabung Kakeibo? Ini Jurus Jitu Atur Uang ala Jepang!

28 October 2022

|

6 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Metode menabung kakeibo

Apa itu metode kakeibo adalah teknik mengatur keuangan ala ibu-ibu Jepang agar target keuangan keluarga terarah. Tapi, teknik ini bisa kok kamu pakai juga! Yuk pelajari cara membuat jurnal kakeibo lengkap dengan templatenya!

Pernah dengar metode Kakeibo? Jurnal penganggaran keuangan ala Jepang yaitu metode menabung Kakeibo adalah teknik yang populer sejak tahun 1904 oleh Hani Motoko. Metode kakeibo ini awalnya dikenalkan untuk para ibu rumah tangga di Jepang lho.

Tapi, kamu juga bisa pakai metode menabung kakeibo agar keuanganmu lebih terarah dan efisien. Lalu, tepatnya metode kakeibo itu apa ya? Bagaimana cara memulai kakeibo? 

Yuk baca artikel ini untuk belajar caranya plus contoh template kakeibo agar lebih mudah digunakan oleh kamu!

Apa Itu Kakeibo?

Istilah Kakeibo dalam bahasa Jepang memiliki arti “catatan keuangan rumah tangga.” Metode menabung kakeibo ini pertama kali dibuat dan diperkenalkan oleh jurnalis perempuan di Jepang, yaitu Motoko Hani pada tahun 1904. 

Menjadi populer digunakan oleh ibu-ibu Jepang di masa itu, metode menabung kakeibo ini dipopulerkan kembali di tahun 2017 oleh Fumiko Chiba dalam bukunya berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money. 

Secara umum, metode menabung Kakeibo adalah teknik yang cocok digunakan dalam skala rumah tangga atau individu untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.

Cara Memulai Teknik Kakeibo

Cara memulai metode menabung kakeibo sebenarnya sangat sederhana. Karena teknik ini sangat mengedepankan pembuatan jurnal secara tradisional, yaitu dicatat secara manual. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pemanasan lewat pertanyaan sebelum memulai kakeibo berikut.

Jurnal penganggaran kakeibo

1. Berapa uang yang aku punya?

Pertanyaan pertama sebelum mulai metode menabung kakeibo ini mengacu pada pendapatanmu tiap bulannya. Dari mana saja sumber pendapatanmu? Apakah betul-betul bergantung dari gaji bulanan saja? Atau, kamu mungkin punya sumber pendapatan lain.

Misalnya, kamu punya income tambahan dari pekerjaan freelance, bonus tahunan, uang lembur, omset usaha sampingan, atau bahkan keuntungan dari dividen investasi.

2. Berapa yang akan ditabung?

Setelah menilai situasi pendapatan, di sini kamu harus membuat target keuangan yang ingin kamu capai. Tentukan nominal uang dan jangka waktu yang kamu inginkan. Dengan ini, kamu bisa mengira-ngira seberapa besar persentase penghasilan yang harus disisihkan jika ingin mencapai target tersebut. 

Misalnya, kamu mau punya simpanan uang yang cukup untuk membeli handphone baru dengan harga Rp6.000.000 dalam waktu 1 tahun. Berdasarkan target ini, tentu kamu harus mengatur pembagian pendapatan yang bisa digunakan, dan sebagiannya yang harus kamu tabung.

3. Berapa yang dipakai untuk kebutuhan?

Pertanyaan ini mengacu pada uang yang wajib kamu gunakan untuk bertahan hidup. Ada baiknya kamu membuat klasifikasi pengeluaran seperti yang disarankan oleh Makoto Hani berikut.

  • Survival

Biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari yang sifatnya wajib ada. Mislanya makanan, uang sewa, utang, transportasi, asuransi

  • Culture

Biaya untuk kegiatan menambah wawasan diri. Misalnya pengeluaran beli buku, majalah, ikut webinar, dan menonton film.

  • Optional

Pengeluaran ini adalah biaya yang tidak perlu dikeluarkan karena bukan kebutuhan utama. Tanpa biaya ini, jalannya kehidupanmu tidak akan terlalu terganggu. Misalnya nongkrong, makan di luar, shopping spree, dsb.

  • Extra

Biaya ini mengacu pada pengeluaran tidak terduga namun dirasa penting adanya. Misalnya kado, biaya servis kendaraan, dan perbaikan rumah.

4. Cara apa yang dipakai untuk tingkatkan pemasukan?

Pertanyaan keempat ini berkaitan dengan pertanyaan sebelumnya. Artinya, dari klasifikasi pengeluaran tersebut, bagian mana yang bisa kamu kurangi untuk meningkatkan pemasukan?

Dari sini, kamu bisa menentukan pengeluaran mana yang bisa dikurang agar lebih hemat dan apakah nominal itu bisa ditingkatkan lagi. Misalnya, dari uang yang bisa disisihkan kamu akan menggunakannya untuk investasi agar bisa menghasilkan income tambahan yang lebih besar.

Cara Membuat Jurnal Kakeibo

Cara membuat jurnal kakeibo ini hanya membutuhkan alat sederhana seperti pulpen, amplop, dan buku saja. Yuk pelajari langkahnya!

1. Mulai Jurnal Penganggaran Kakeibo

cara membuat jurnal kakeibo

Karena metode menabung kakeibo dilakukan secara tradisional, maka membuat jurnal penganggaran kakeibo harus dibuat. Dalam jurnal ini, kamu harus menuliskan catatan rinci pendapatan, pengeluaran, dan tabungan yang berhasil disisihkan dalam buku jurnal.

Semakin rinci dan mendetail kamu mencatatnya, maka semakin baik. Hal ini karena kamu semakin sadar kondisi keuanganmu saat metode menabung kakeibo diaplikasikan.

2. Atur 4 Amplop Pos Pengeluaran

teknik kakeibo

Setelah memisahkan pengeluaran berdasarkan klasifikasi yang disarankan Makoto Hani, maka uang-uang tersebut dimasukkan ke dalam 4 amplop terpisah yang diberi label informasi pengeluaran yang akan digunakan. Amplop-amplop ini bertujuan agar budgeting yang dilakukan di awal tetap berjalan sesuai rencana. 

Kalau pun ternyata tidak, pastinya akan ada amplop yang menipis lebih cepat dibandingkan rencana awal. Nantinya, kamu pun akan lebih cepat sadar atas kondisi ini.

3. Evaluasi Berkala Hasilnya

evaluasi teknik kakeibo

Untuk memastikan apakah metode menabung kakeibo kamu berhasil, kamu harus melakukan evaluasi hasilnya setiap akhir bulan. Lewat analisis ini, kamu akan tahu pos pengeluaran mana yang bisa dikurangi atau bahkan harus ditambah. 

Kamu juga bisa melakukan kalkulasi ulang apakah targetnya bisa dicapai sesuai jangka waktu yang diinginkan? Seberapa besar pengeluaran sekunder yang harus di-press agar tetap bisa capai target?

Contoh Template Kakeibo

cara menabung kakeibo

Seperti disinggung sebelumnya, jurnal penganggaran kakeibo lebih baik jika dituliskan secara detail. Karena itu, ini dia contoh template kakeibo yang bisa kamu jadikan referensi jika ingin memulai metode menabung kakeibo.

1. Contoh Kakeibo Jurnal Pemasukan

Contoh template kakeibo

2. Contoh Kakeibo Jurnal Budgeting

Contoh template kakeibo

3. Contoh Kakeibo Catatan Pengeluaran

template kakeibo

4. Contoh Kakeibo Evaluasi Bulanan

Contoh template kakeibo

Efektif kah Cara Menabung Kakeibo?

Pada dasarnya, metode menabung kakeibo atau pun metode lainnya punya tujuan yang baik, yaitu agar kamu bisa menyiapkan budgeting, mengontrol pengeluaran, dan juga mencapai target keuangan yang diinginkan.

Artinya, teknik menabung Kakeibo ini mengutamakan individu yang terlibat dalam menentukan berhasil atau tidaknya hasil akhirnya. Karena itu, jika kamu ingin mulai kakeibo, maka hal yang utama adalah niat dan konsistensi.

Terkadang, memulai sesuatu yang baru tidak akan langsung berhasil. Sama halnya jika baru kali ini kamu mulai melakukan manajemen keuangan dengan teknik menabung kakeibo. Tidak perlu khawatir jika kamu belum sepenuhnya berhasil.

Utamanya, setiap akhir bulan kamu pada akhirnya akan refleksi diri atas anggaran yang dibuat dan pengeluaran yang dibelanjakan. Dengan latihan yang konsisten, pada akhirnya kamu juga pasti akan berhasil mewujudkan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, penuh kesadaran atas diri, dan tentunya mencapai target keuangan yang diinginkan.

Peluang Tambah Tabungan untuk Raih Keuangan Impian

Saat ini opsi investasi modal minim sudah banyak tersedia, terlebih aksesnya sangat mudah karena menggunakan smartphone saja. Salah satunya metode investasi ini adalah dengan menjadi owner bisnis UMKM lewat skema equity crowdfunding lewat platform LandX.

Investasi untuk menambah pemasukan ini bisa kamu mulai hanya dengan modal Rp1 jutaan saja. Pilihan bisnisnya pun beragam, mulai dari sektor F&B seperti Taiwan dessert bowl viral HongTang, Korean premium rice bowl MangGang, Vilo Gelato yang kekinian, resto sushi hits premium yaitu Okinawa Sushi, serta bisnis properti kos-kosan di kota besar seperti Jakarta.

Platform equity crowdfunding LandX pun sudah berpengalaman menghimpun dana bagi 44 bisnis UMKM potensial, telah dipercaya oleh 88.000 investor terdaftar di seluruh Indonesia, dan tentunya sudah mengantongi izin dari OJK.

Karena itu, mari download LandX App dan jangan sampai ketinggalan peluang jadi pemilik bisnis potensial untuk menambah tabunganmu mewujudkan target keuangan yang diimpikan ya!

Raih Target Keuangan Ideal #MulaiSekarang, Yuk Investasi Lewat LandX!