Investor Penerbit
menu-mobile

4 Bentuk Investasi Alternatif & Strategi Memilih Investasi Alternatif

5 January 2023

|

6 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
Investasi alternatif adalah

Investasi alternatif adalah investasi yang tidak termasuk dalam kelas aset saham, obligasi, dan uang tunai. Jenis investasi alternatif yaitu properti,

Daftar portofolio investasi Anda saat ini ada apa saja? Investasi saham, obligasi, crowdfunding, dan terus berencana investasi ke mana lagi? Bagi yang ingin melakukan investasi jangka panjang maka terdapat opsi diversifikasi portofolio pada jenis investasi alternatif.

Investasi alternatif merupakan investasi pada aset berwujud dan tidak berwujud di luar kelas saham, obligasi, dan uang tunai lainnya. Jenis investasi alternatif dapat berupa investasi properti, tanah, hingga karya seni. Investasi melalui private equity sejalan dengan venture capital juga dapat menjadi pilihan Anda mengelola kekayaan yang berlebih.

Untuk membantu Anda dapat memahami apa itu investasi alternatif serta strategi memilih investasi alternatif, berikut penjelasan serta jabaran bentuk investasi alternatif yang dapat dipilih.

Apa Itu Investasi Alternatif 

Investasi alternatif adalah investasi yang tidak termasuk dalam kelas aset saham, obligasi, dan uang tunai. Jenis investasi alternatif dapat mencakup aset berwujud seperti properti, karya seni dan barang koleksi, serta aset tidak berwujud seperti modal ventura, dan private equity. 

Investasi alternatif mungkin kurang likuid dan lebih sulit dinilai daripada investasi yang dikenal pada umumnya dan mungkin melibatkan tingkat risiko yang lebih tinggi. Mereka sering digunakan sebagai cara untuk mendiversifikasi portofolio dan memiliki potensi tingkat pengembalian seiring masa. 

4 Bentuk Investasi Alternatif

Dengan memahami apa itu investasi alternatif yang merupakan investasi selain pada saham, obligasi, dan uang tunai lainnya, terus investasi alternatif apa saja? Lebihlanjut, berikut jenis investasi alternatif sebagai opsi diversifikasi investasi Anda.

1 Investasi Properti

Investasi properti sering terdengar sebagai investasi cemerlang dan menjanjikan karena harga properti cenderung akan selalu naik mengiringi waktu. Contoh investasi properti mencakup properti perumahan, bangunan komersial, serta tanah atau lahan pertanian.

Keuntungan berinvestasi properti selain peningkatan modal juga berpotensi menjadi aliran pendapatan melalui sewa. Apabila Anda membeli properti untuk disewakan maka perkiraan potensi kendala di masa depan seperti fluktuasi pasar, kemungkinan penyewa mangkrak dari jadwal bayar sewa, hingga perhitungan biaya pemeliharaan properti dan/atau gedung.

2 Investasi Karya Seni dan Barang Koleksi

Mengoleksi karya seni dan barang langka bisa menjadi investasi alternatif yang unik dan berpotensi menguntungkan. Namun, penting untuk diingat bahwa berinvestasi dalam karya seni dan barang koleksi memiliki risiko tersendiri dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. 

Sebelum investasi ke karya seni dan barang koleksi, Anda harus memahami bahwa nilai barang dan permintaan dipengaruhi oleh tingkat kelangkaan. Selain itu, tentu kondisi dari karya seni dan barang yang akan dikoleksi tersebut harus dalam keadaan kondisi yang diinginkan. Dan pastinya barang langka atau produk karya seni dapat dijamin keasliannya.

3 Private Equity, Venture Capital, Hedge Fund 

Private equity adalah kumpulan modal dari individu maupun swasta yang dikelola oleh lembaga keuangan untuk diinvestasikan pada perusahaan privat atau perusahaan yang belum melantai di bursa efek. Tujuan investasi private yaitu membantu meningkatkan operasional mereka dengan mengharapkan pengembalian, contohnya investasi pada perusahaan private melalui skema equity crowdfunding, lihat bentuk investasi equity crowdfunding di sini

Hedge fund adalah sistem pengelolaan dana investasi dari individu dengan aset nominal sangat tinggi untuk diinvestasikan pada perusahaan privat dan publik yang dikelola oleh fund manager.

Investasi venture capital melibatkan penanaman modal di perusahaan tahap awal (startup) dengan tujuan menghasilkan return tinggi melalui kepemilikan ekuitas di perusahaan-perusahaan pilihan.

4 Komoditas

Investasi pada komoditas mencakup kepemilikan aset fisik seperti emas, minyak, dan produk pertanian. Komoditas telah menjadi salah satu kelas aset yang menunjukkan kinerja kuat dalam menghadapi inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga tahun ini (emas). Investor yang khawatir bahwa inflasi dan potensi resesi di masa depan bisa lebih buruk maka dapat mempertimbangkan untuk mengalokasi dana ke investasi komoditas sebagai bentuk perlindungan kekayaan.

Penting untuk diperhatikan bahwa investasi alternatif memiliki risiko investasi sendiri dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pelajari dan kenali setiap jenis investasi alternatif sebelum menaruh uang dana pada pilihan.

Strategi Memilih Investasi Alternatif

Sudah memiliki kecenderungan pilihan pada jenis investasi alternatif yang telah dibahas? Sebelum terjun berinvestasi, sebaiknya memahami strategi investasi yang dapat Anda gunakan saat memilih investasi alternatif. Beberapa strategi memilih investasi alternatif yaitu:

  • Diversifikasi Portofolio – Investasi alternatif dapat menjadi cara yang baik untuk mendiversifikasi portofolio Anda dan berpotensi mengurangi risiko. Dengan memasukkan campuran investasi saham, reksadana, crowdfunding dengan investasi alternatif maka berpotensi mengurangi volatilitas keseluruhan portofolio Anda.
  • Lakukan analisis investasi – Penting untuk meneliti investasi apa pun secara menyeluruh sebelum memberikan uang Anda. Ini termasuk memahami tujuan, risiko, dan biaya investasi.
  • Pahami Profil Risiko – Investasi alternatif seringkali memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada investasi pada umumnya. Penting untuk memahami toleransi risiko Anda sendiri dan memilih investasi yang sesuai untuk Anda. Investasi alternatif mungkin lebih cocok untuk investor jangka panjang karena potensi tingkat risiko dan likuiditasnya yang lebih tinggi.
  • Pantau Investasi Anda Berkala – Penting untuk secara teratur meninjau investasi alternatif Anda dan memastikan kinerjanya seperti yang diharapkan dan masih selaras dengan tujuan investasi Anda.
  • Cari Saran Profesional – Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan investasi alternatif, sebaiknya berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau profesional. Profesional keuangan dapat membantu Anda mengevaluasi produk investasi dan menentukan apakah cocok untuk Anda dan memilih investasi alternatif jangka panjang yang sesuai.

Cara Memilih Investasi Alternatif 

Mengulas singkat bahwa investasi alternatif adalah investasi pada aset berwujud dan tidak berwujud di luar kelas saham, obligasi, dan uang tunai lainnya. Contoh investasi alternatif yaitu investasi properti, tanah, hingga karya seni, hingga komoditas. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan saat memilih investasi alternatif:

  1. Tentukan tujuan investasi Anda

Setiap investasi harus memiliki tujuan, seperti apa yang ingin Anda capai dengan investasi alternatif Anda? Apakah ingin menghasilkan pendapatan, melindungi aset dari inflasi, atau mencapai pertumbuhan jangka panjang? Memahami tujuan Anda dapat membantu Anda mempersempit pilihan Anda.

  1. Pahami tingkat toleransi risiko Anda

Investasi alternatif seringkali datang dengan tingkat risiko yang lebih tinggi daripada investasi lainnya. Penting untuk memahami toleransi risiko Anda sendiri dan memilih investasi yang sesuai untuk Anda.

  1. Pelajari jenis investasi yang dipilih

Teliti investasi secara menyeluruh dengan memahami cara kerjanya, tujuan, risiko, dan biaya/feenya. Ini dapat membantu Anda menentukan apakah investasi tersebut cocok untuk portofolio Anda.

  1. Pahami jangka waktu investasi

Pertimbangkan berapa lama Anda berencana untuk menahan investasi tersebut. Beberapa investasi alternatif mungkin lebih cocok untuk investor jangka panjang karena tingkat risiko dan likuiditasnya yang berpotensi lebih tinggi.

  1. Cari saran profesional

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan investasi alternatif, sebaiknya berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau profesional untuk membantu Anda mengevaluasi investasi dan menentukan apakah cocok untuk Anda.

  1. Diversifikasi portofolio 

Pertimbangkan untuk melakukan diversifikasi portofolio dengan menaruh dana pada beberapa kelas investasi seperti investasi saham dan investasi alternatif  untuk mengurangi risiko secara potensial. 

Ingat, selalu lakukan analisis investasi sebelum memutuskan berinvestasi pada suatu produk keuangan ya.

Diversifikasi Portofolio Melalui Investasi Alternatif dan Investasi Equity Crowdfunding